Demo Kemarahan Iran Tak Kunjung Reda, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui
Minggu, 11 Januari 2026 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Namun, seiring dengan meningkatnya demonstrasi, protes tersebut menjadi kritik yang lebih luas terhadap pemerintahan teokratis Iran. Di media sosial dan televisi, para demonstran terlihat meneriakkan berbagai slogan termasuk, "Matilah diktator" dan "Rakyat Iran, angkat suaramu, teriakkan hak-hakmu."
Pada hari Jumat, video yang disiarkan televisi BBC Persian menunjukkan ribuan orang berbaris di Teheran, menarik pendukung dari apa yang dikatakan penduduk dalam wawancara sebagai perwakilan dari lingkungan kelas pekerja, kelas menengah, dan kaya.
Amnesty International, sebuah kelompok hak asasi manusia, pada hari Kamis mengatakan bahwa setidaknya 28 demonstran dan warga sipil, termasuk anak-anak, telah tewas antara 31 Desember hingga 3 Januari. Tiga kelompok hak asasi manusia lain lain yang mendokumentasikan demo di Iran memperkirakan jumlah korban lebih tinggi, yaitu lebih dari 40 sejak protes dimulai.
Amir Reza (42), seorang insinyur, mengatakan dalam sebuah wawancara dari Teheran pada hari Jumat bahwa dia dapat mendengar suara tembakan dan telah memutuskan untuk pulang setelah petugas polisi anti-huru hara dan milisi berpakaian preman mulai menembak ke udara dan mengejar kerumunan untuk membubarkan mereka.
Sebuah video pada hari Jumat yang diverifikasi oleh The New York Times menunjukkan setidaknya tujuh orang tergeletak tak bergerak di lantai Rumah Sakit Al-Ghadir di Teheran, tampak seperti telah meninggal.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa "garis merah" mereka mencakup "perlindungan atas pencapaian Revolusi Islam dan menjaga keamanan masyarakat."
Pemerintah awalnya mengisyaratkan kesediaan untuk mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa. Awal bulan ini, pemerintah mengumumkan rencana untuk memberikan sebagian besar warga negara pembayaran bulanan setara dengan sekitar USD7.
Presiden Masoud Pezeshkian telah mengakui apa yang disebutnya sebagai keluhan publik yang "sah". Dia menunjuk kepala bank sentral yang baru dan mengatakan bahwa "segala bentuk kekerasan dan pemaksaan" harus dihindari.
2. Seberapa Intens Protes Ini?
Demonstrasi telah menyebar ke puluhan kota di Iran, menurut pelacakan oleh Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS.Pada hari Jumat, video yang disiarkan televisi BBC Persian menunjukkan ribuan orang berbaris di Teheran, menarik pendukung dari apa yang dikatakan penduduk dalam wawancara sebagai perwakilan dari lingkungan kelas pekerja, kelas menengah, dan kaya.
Amnesty International, sebuah kelompok hak asasi manusia, pada hari Kamis mengatakan bahwa setidaknya 28 demonstran dan warga sipil, termasuk anak-anak, telah tewas antara 31 Desember hingga 3 Januari. Tiga kelompok hak asasi manusia lain lain yang mendokumentasikan demo di Iran memperkirakan jumlah korban lebih tinggi, yaitu lebih dari 40 sejak protes dimulai.
Amir Reza (42), seorang insinyur, mengatakan dalam sebuah wawancara dari Teheran pada hari Jumat bahwa dia dapat mendengar suara tembakan dan telah memutuskan untuk pulang setelah petugas polisi anti-huru hara dan milisi berpakaian preman mulai menembak ke udara dan mengejar kerumunan untuk membubarkan mereka.
Sebuah video pada hari Jumat yang diverifikasi oleh The New York Times menunjukkan setidaknya tujuh orang tergeletak tak bergerak di lantai Rumah Sakit Al-Ghadir di Teheran, tampak seperti telah meninggal.
3. Bagaimana Respons Pemerintah Iran?
Pihak berwenang Iran telah bereaksi keras terhadap protes tersebut.Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa "garis merah" mereka mencakup "perlindungan atas pencapaian Revolusi Islam dan menjaga keamanan masyarakat."
Pemerintah awalnya mengisyaratkan kesediaan untuk mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa. Awal bulan ini, pemerintah mengumumkan rencana untuk memberikan sebagian besar warga negara pembayaran bulanan setara dengan sekitar USD7.
Presiden Masoud Pezeshkian telah mengakui apa yang disebutnya sebagai keluhan publik yang "sah". Dia menunjuk kepala bank sentral yang baru dan mengatakan bahwa "segala bentuk kekerasan dan pemaksaan" harus dihindari.
Lihat Juga :