Dinding Yerusalem Jadi Kanvas Politik Kesepakatan Normalisasi
Rabu, 16 September 2020 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Yerusalem diklaim oleh Israel dan Palestina sebagai ibu kota mereka. Kota itu pun menjadi jantung dalam konflik Israel dan Palestina. (Baca Juga: Netanyahu: Damai dengan Arab Pompa Jutaan Dolar ke Kas Israel)
Israel menganggap semua wilayah Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak bisa dibagi-bagi. Yerusalem, termasuk dinding Kota Tua dicaplok Israel secara ilegal pada perang Timur Tengah 1967. (Baca Infografis: Burevestnik : Rudal Jelajah Nuklir Rusia dengan Jangkauan Global)
Namun Palestina ingin Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua sebagai ibu kota negara masa depan mereka, termasuk wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. (Lihat Video: Ratusan Pengunjung Kafe di Jepara Asyik Berjoget dan Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan)
Israel menganggap semua wilayah Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak bisa dibagi-bagi. Yerusalem, termasuk dinding Kota Tua dicaplok Israel secara ilegal pada perang Timur Tengah 1967. (Baca Infografis: Burevestnik : Rudal Jelajah Nuklir Rusia dengan Jangkauan Global)
Namun Palestina ingin Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua sebagai ibu kota negara masa depan mereka, termasuk wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. (Lihat Video: Ratusan Pengunjung Kafe di Jepara Asyik Berjoget dan Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan)
(sya)
Lihat Juga :