Agen ICE Tembak Mati Wanita AS, Trump Bermusuhan dengan Rakyat Sendiri di Minnneapolis

Jum'at, 09 Januari 2026 - 13:35 WIB
loading...
Agen ICE Tembak Mati...
Massa demonstran turun ke jalan membela Renee Nicole Good, wanita AS yang ditembak mati agen ICE di Minneapolis. Foto/Allie Ippolito/ via The Inquirer
A A A
MINNEAPOLIS - Aksi agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang wanita di Minneapolis, Minnesota pada Rabu (7/1/2026) lalu telah berubah dari permusuhan sengit antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan warga Minneapolis yang dipimpin Partai Demokrat.

Alih-alih meredam amarah warga Minneapolis, Trump dan para pejabat Gedung Putih justru menyalahkan korban penembakan; Renee Nicole Good (37). Salah satu pejabat pemerintah Trump bahkan menyebut korban sebagai teroris domestik.

Baca Juga: Agen ICE Amerika Tembak Mati Seorang Wanita, Korban Dianggap Teroris

Kronologi Penembakan Fatal oleh Agen ICE


Pada Rabu pagi, Renée Nicole Good, seorang warga AS, ditembak mati oleh seorang agen ICE di sebuah lingkungan perumahan Minneapolis saat operasi besar penegakan imigrasi federal berlangsung. Good berada di dalam mobilnya ketika para agen mendekati dan salah satunya menembak Good hingga tewas di tempat.

Agen ICE yang menembak mati Good diidentifikasi sebagai Jonathan Ross. Dia merupakan veteran Perang Irak.

Pemerintah Trump mengatakan agen ICE bertindak karena "pembelaan diri", dengan klaim bahwa Good mencoba menggunakan kendaraannya sebagai senjata. Sedangkan pejabat lokal dan rekaman video yang beredar menunjukkan situasi yang jauh lebih kompleks dan diperdebatkan.

Permusuhan Kubu Trump dan Warga Minneapolis

Kubu Trump

• Presiden Donald Trump

Presiden AS Donald Trump secara cepat membela tindakan agen ICE melalui pernyataan publik. Dia menyalahkan korban, dengan menyebut tindakannya serius dan berbahaya.

"Wanita itu dengan kekerasan, sengaja, dan kejam menabrak petugas ICE," katanya, dan menegaskan bahwa agen ICE bertindak dalam pembelaan diri.

Trump juga menegaskan dukungan penuh terhadap ICE, sejalan dengan kebijakan pengetatan imigrasi yang menjadi ciri khas pemerintahannya. Mengutip laporan The Guardian, Jumat (9/1/2026), Trump membela agen tersebut meskipun penyelidikan lengkap belum rampung.

• Wakil Presiden J.D. Vance

Wakil Presiden J.D. Vance ikut angkat bicara, menekankan bahwa pemerintah sepenuhnya mendukung agen ICE tersebut. Dalam pernyataannya, dia memandang tragedi itu sebagai hasil dari “radikal kiri” yang menurutnya mendorong orang untuk menghalangi penegakan hukum.

Vance bahkan menggambarkan insiden itu sebagai “tragedi korban yang dibuat dirinya sendiri”, sambil mendesak kubu Partai Demokrat menjelaskan apakah agen itu salah dalam membela nyawanya.

• Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem

Menteri DHS Kristi Noem menegaskan versi federal dengan keras. Dia menyebut tindakan Good sebagai “terorisme domestik”, menuding bahwa Good menghalangi dan mengganggu operasi penegakan hukum dan berusaha melukai petugas federal.

Dia menyatakan bahwa insiden seperti itu menunjukkan ancaman terhadap aparat penegak hukum secara umum.

Kubu Pejabat Lokal Minnesota

• Wali Kota Minneapolis Jacob Frey

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey langsung mengecam narasi pemerintah federal, menyebut klaim pemerintah Trump itu "omong kosong" dan "narasi sampah". Kecaman disampaikan setelah dia meninjau rekaman video tentang kejadian tersebut.

Dia menuding klaim pemerintah federal tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan menuntut agar ICE meninggalkan kota Minneapolis.

Frey juga menekankan bahwa operasi federal berbahaya dan justru mengganggu keselamatan masyarakat lokal, bukan melindunginya.

“Mereka tidak di sini untuk menciptakan keselamatan di kota ini,” katanya, mengkritik kehadiran agen ICE di Minneapolis.

• Gubernur Minnesota Tim Walz

Gubernur Minnesota Tim Walz juga menjadi suara utama oposisi terhadap narasi federal. Dia menyebut insiden itu sebagai “sepenuhnya dapat diprediksi dan sepenuhnya dapat dihindari”.

Dia mengkritik keras operasi penegakan federal yang sangat agresif di Minneapolis.

Walz bahkan mengaktifkan pusat operasi darurat negara bagian dan mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan Garda Nasional.

"Kita tidak membutuhkan bantuan lebih lanjut dari pemerintah federal," tegasnya.

• Wakil Gubernur Minnesota Peggy Flanagan

Wakil Gubernur Peggy Flanagan turut mengecam insiden tersebut di media sosial. Dia menyatakan bahwa Good seharusnya masih hidup, dengan menekankan tragedi penembakan oleh agen ICE itu jelas berbeda dari narasi federal. Dia mendesak transparansi dalam investigasi.

Reaksi Publik Minneapolis


Protes besar pecah, di mana ribuan orang turun ke jalan meneriakkan nama Renée Good dan mengecam tindakan ICE. Massa demonstran juga mendesak pemerintah federal untuk menarik agen ICE dari kota Minneapolis dan menuntut akuntabilitas.

Politisi Partai Demokrat, Ilhan Omar, mengutuk penembakan fatal tersebut sebagai contoh kebijakan Trump yang mengancam keselamatan masyarakat, bukan melindungi mereka.

Insiden penembakan Good oleh agen ICE menjadi pembuka perseteruan tajam antara kebijakan federal Trump dan pimpinan Partai Demokrat lokal di Minnesota.

Di satu sisi, pemerintah federal menggunakan narasi keamanan yang keras, dan di sisi lain pejabat lokal mengecam tindakan sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang telah merenggut nyawa warga sipil yang tidak perlu.

Perdebatan ini tidak hanya mencerminkan perbedaan kebijakan imigrasi, tetapi juga benturan tajam antara otoritas federal dan hak serta keselamatan masyarakat lokal di era yang sangat terpolarisasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved