Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal

Selasa, 06 Januari 2026 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Puncaknya terjadi pada musim gugur 2025, ketika protes antikorupsi yang dipimpin generasi muda meletus. Kerusuhan menewaskan 77 orang, membakar gedung pemerintah dan hotel-hotel mewah, serta menggulingkan pemerintahan hanya dalam 24 jam—tepat saat musim puncak pariwisata dimulai.

World Bank memperkirakan gejolak tersebut akan membatasi pertumbuhan ekonomi Nepal di 2,1 persen pada tahun fiskal yang berakhir pertengahan Juli 2026.

Upaya Menenangkan Pasar


Merespons krisis kepercayaan, Nepal Tourism Board kembali mengaktifkan kampanye digital #NowInNepal, #NepalNow, dan WE ARE IN NEPAL NOW, strategi yang pernah digunakan pascagempa 2015 dan selama pandemi. Otoritas juga menyiarkan langsung destinasi wisata utama di Lembah Kathmandu untuk meyakinkan mitra internasional.

Hasilnya masih terbatas. Nepal mencatat 1,15 juta wisatawan pada 2025, atau naik hanya 1 persen dari 2024, dan angka ini masih di bawah puncak pra-pandemi 1,2 juta kunjungan.

Pelajaran dari Kegagalan


Kisah Visit Nepal Year in China menegaskan satu pelajaran penting: diplomasi simbolik dan janji politik tidak otomatis menciptakan permintaan wisata. Tanpa stabilitas domestik, konektivitas berkelanjutan, dan pemasaran berbasis pasar, komitmen tingkat tinggi hanya berakhir sebagai retorika.

Bagi Nepal, kegagalan ini bukan sekadar statistik pariwisata, melainkan cermin rapuhnya ekonomi yang terlalu bergantung pada faktor eksternal dan momentum politik, bukan fondasi permintaan yang nyata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved