Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Senin, 05 Januari 2026 - 08:46 WIB
loading...
A A A
Akibatnya, aksi tersebut menghindari serangan yang tidak perlu di wilayah lain Venezuela. Fokus utama serangan terkonsentrasi di Caracas dan sekitarnya, dengan memanfaatkan pasukan operasi khusus secara besar-besaran untuk memastikan kecepatan misi.

Sistem Pertahanan Rusia Tak Berkutik


Salah satu target prioritas adalah Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, yang terletak di La Carlota. Penghancuran pertahanan di fasilitas ini, yang terletak di sebelah timur Caracas, sangat penting untuk keberhasilan operasi Amerika dan untuk keselamatan pesawat-pesawat yang terlibat.

Gambar-gambar yang dirilis media regional mengonfirmasi keberadaan peluncur rudal permukaan-ke-udara BUK-M2E buatan Rusia. Venezuela memperoleh tiga sistem ini pada tahun 2013. Sistem ini menjadi target utama untuk memungkinkan pembukaan koridor udara yang aman bagi helikopter dari AS.

Video televisi pemerintah Venezuela menunjukkan dampak serangan di La Carlota. Gambar-gambar tersebut memperlihatkan bus-bus sipil yang digunakan sebagai barikade dalam upaya untuk menghalangi akses ke instalasi militer. Salah satu kendaraan tampak penuh lubang peluru setelah konfrontasi.

Laporan “The Military Balance 2024” menunjukkan bahwa Venezuela memiliki 39 jet tempur pada tahun 2024. Armada tersebut termasuk 21 Su-30MKV Flanker dan 18 F-16 Fighting Falcon. Namun, status operasional pesawat-pesawat ini diragukan karena kurangnya suku cadang.

Diperkirakan hanya tiga F-16 yang layak terbang dan persenjataannya buruk, akibat embargo AS. Selain jet tempur utama, inventaris tersebut termasuk 23 jet latih Hongdu K-8 buatan China dan 12 pesawat Embraer EMB 312V Tucano buatan Brasil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved