Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Senin, 05 Januari 2026 - 08:46 WIB
loading...
Mengapa Militer Venezuela...
Jet tempur Amerika Serikat leluasa mengacak-acak wilayah Venezuela tanpa mendapatkan perlawanan. Foto/Screenshot video Sky News
A A A
CARACAS - Sabtu (3/1/2026) menjadi hari paling memalukan bagi Venezuela dan militernya. Negara itu begitu leluasa diacak-acak helikopter dan jet tempur Amerika Serikat (AS) tanpa perlawanan.

Yang lebih menyakitkan adalah pasukan khusus Delta Force AS begitu mudah menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dari tempat tidur mereka di markas militer di Caracas—juga tanpa mendapat perlawanan dari militer maupun pasukan intelijen Venezuela.

Operasi AS tersebut melibatkan Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, yang dikenal sebagai "Night Stalkers". Unit Angkatan Darat AS tersebut memberikan dukungan udara yang penting. Menurut Jennifer Jacobs, jurnalis senior CBS News di Gedung Putih, penangkapan Maduro adalah tanggung jawab Delta Force.

Baca Juga: Venezuela Sebut Israel Terlibat Penculikan Maduro oleh Pasukan Khusus AS

Helikopter MH-60L Black Hawk dan MH-47G Chinook Block II diidentifikasi selama serangan di Caracas. Pesawat-pesawat elite ini beroperasi bersamaan dengan serangan rudal sebelumnya terhadap beberapa pangkalan militer Venezuela untuk mempersiapkan serangan.

Intervensi tersebut ditandai dengan ketepatan dan selektivitas. Tujuan utamanya adalah meminimalkan korban sipil dan militer, serta menghindari terkikisnya dukungan rakyat. Strategi tersebut mengakui bahwa tidak semua tentara Venezuela tetap setia kepada kediktatoran Maduro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved