Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Senin, 05 Januari 2026 - 08:46 WIB
loading...
A A A
Pangkalan Udara El Libertador, markas Grup Tempur Nomor 16 dan Nomor 11, diserang. Namun, serangan itu tidak menghancurkan semua pesawat di darat. Akun @InquisidorVZLA yang terkait militer Venezuela melaporkan lepas landas empat F-16 dan dua Su-30 beberapa jam setelah penangkapan Maduro.

Mobilisasi yang terlambat ini menunjukkan kegagalan serius dalam respons. Keterlambatan tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya peringatan, efektivitas peperangan elektronik AS, atau keputusan pilot. Pesawat EA-18G Growler Angkatan Laut AS kemungkinan bertindak untuk menonaktifkan radar Venezuela.

Salah satu aspek yang tidak dapat dijelaskan dari operasi tersebut adalah tidak aktifnya MANPADS. Rezim diktator Maduro mengeklaim memiliki sekitar 5.000 rudal 9K338 Igla-S Rusia. Bahkan jika angka itu dilebih-lebihkan, ratusan sistem ini akan semestinya menjadi ancaman mematikan bagi helikopter Amerika.

Rudal portabel ini mudah dikerahkan dan sulit dideteksi sebelum ditembakkan. Risiko terhadap operasi tersebut tinggi. Namun, helikopter AS terbang tanpa hambatan, menimbulkan kecurigaan tentang kesediaan pasukan Venezuela untuk bertempur.

Analis Santiago Rivas dari Pucará Defensa berpendapat bahwa ada kolaborasi dari Angkatan Bersenjata Venezuela. Dia menunjuk pada kurangnya perlawanan dan fakta bahwa AS tidak menyerang pangkalan udara penting lainnya, seperti Tenente Luis del Valle García, sebagai bukti.

Anton Gerashchenko, seorang penasihat Ukraina, memperkuat teori ini. Dia percaya bahwa kepemimpinan militer Venezuela membuat keputusan sadar untuk tidak melawan. Kurangnya keinginan Maduro untuk mati akan memungkinkan operasi tersebut berjalan tanpa menggunakan pertahanan anti-pesawat yang tersedia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved