Zohran Mamdani Berani Telepon Trump Menentang Penangkapan Maduro: 'Itu Tindakan Perang!'

Minggu, 04 Januari 2026 - 12:53 WIB
loading...
Zohran Mamdani Berani...
Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani berani menelepon Presiden AS Donald Trump menentang operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/The New York Times
A A A
NEW YORK - Wali kota Muslim pertama New York City, Zohran Mamdani, berani menentang operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Mamdani bahkan menelepon Presiden AS Donald Trump untuk menyampaikan penentangannya.

Wali kota yang baru dilantik itu menyebut serangan sepihak AS terhadap negara berdaulat sebagai "tindakan perang".

Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York atas kejahatan narkoba dan kepemilikan senjata ilegal.

Baca Juga: Pasukan Khusus AS Begitu Mudah Menangkap Maduro, Ngapain Aja Paspampres Venezuela?

Menanggapi pertanyaan tentang situasi di Venezuela dan penangkapan Maduro dalam konferensi pers, Mamdani mengatakan, "[Saya] menelepon presiden dan berbicara langsung dengannya untuk menyampaikan penentangan saya terhadap tindakan ini."

“Saya menyampaikan penentangan saya. Saya memperjelasnya dan kami membiarkannya begitu saja,” kata Mamdani, tanpa memberikan rincian tentang respons Trump kepadanya, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (4/1/2026).

Perkembangan internasional yang luar biasa ini terjadi hanya dua hari setelah Mamdani dilantik sebagai Wali Kota New York City.

Mamdani menerima pengarahan pada Sabtu pagi dari para pejabat pemerintahannya, termasuk kepala staf dan komisaris polisi, mengenai penangkapan presiden Venezuela dan istrinya oleh militer AS, serta rencana penahanan mereka di tahanan federal di New York City.

Mamdani mengatakan bahwa upaya terang-terangan untuk menggulingkan rezim Maduro berdampak pada warga New York, termasuk warga Venezuela yang tinggal di kota tersebut.

“Menyerang negara berdaulat secara sepihak adalah tindakan perang dan pelanggaran hukum federal dan internasional,” kata Mamdani dalam sebuah pernyataan.

“Upaya terang-terangan untuk menggulingkan rezim ini tidak hanya memengaruhi mereka yang berada di luar negeri, tetapi juga berdampak langsung pada warga New York, termasuk puluhan ribu warga Venezuela yang menyebut kota ini sebagai rumah mereka. Fokus saya adalah keselamatan mereka dan keselamatan setiap warga New York, dan pemerintahan saya akan terus memantau situasi dan mengeluarkan panduan yang relevan,” paparnya.

Jaksa Agung AS Pamela Bondi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York.

Maduro telah didakwa dengan konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat peledak untuk melawan AS.

“Mereka akan segera menghadapi murka keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” kata Bondi.

"Terima kasih kepada Trump karena memiliki keberanian untuk menuntut pertanggungjawaban atas nama Rakyat Amerika, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada militer pemberani kita yang telah melakukan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap dua terduga pengedar narkoba internasional ini."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved