Pasukan Khusus AS Begitu Mudah Tangkap Maduro, Ngapain Aja Paspampres Venezuela?

Minggu, 04 Januari 2026 - 10:25 WIB
loading...
Pasukan Khusus AS Begitu...
Pasukan khusus Amerika Serikat begitu mudah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Kerja Paspampres Venezuela dipertanyakan. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
A A A
CARACAS - Pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) begitu mudah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores di kamar tidur markas militer pada Sabtu dini hari. Yang menjadi sorotan adalah peran pasukan pengamanan presiden (Paspampres) Venezuela yang terkesan tidak berkutik.

Secara formal, Presiden Maduro semestinya dilindungi setidaknya tiga lapis pasukan. Pertama, Casa Militar atau Paspampres-nya Venezuela, unit elite Bolivarian, dan pasukan intelijen internal.

Dalam kondisi normal, penangkapan langsung Presiden Maduro dan istrinya oleh pasukan asing nyaris mustahil. Tapi fakta justru sebaliknya. Ada tiga kemungkinan yang terjadi: kolusi internal, kelengahan ekstrem, atau pun operasi pengelabuan tingkat tinggi pasukan khusus dan intelijen AS.

Baca Juga: Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Amerika Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Sumber-sumber AS telah mengungkap cara operasi pasukan khusus Delta Force dan Badan Intelijen Pusat (CIA) yang dengan mudah menculik Maduro dan istrinya pada Sabtu dini hari.

Menurut mereka, aksi tersebut termasuk salah satu operasi AS paling kompleks dalam beberapa waktu terakhir telah dilakukan sejak lama dan termasuk latihan terperinci.

Delta Force bahkan membuat replika persis rumah persembunyian Maduro dan berlatih bagaimana mereka akan memasuki kediaman yang sangat terlindungi tersebut.

Sedangkan CIA memiliki tim kecil di lapangan sejak Agustus yang mampu memberikan wawasan tentang pola hidup Maduro yang membuat penangkapannya berjalan lancar.

Dua sumber lain mengatakan kepada Reuters, Minggu (4/1/2026), bahwa badan intelijen juga memiliki aset yang dekat dengan Maduro yang memantau pergerakannya dan siap untuk menentukan lokasi tepatnya saat operasi berlangsung.

Dengan semua persiapan yang matang, Presiden AS Donald Trump menyetujui operasi tersebut empat hari yang lalu, tetapi para perencana militer dan intelijen menyarankan agar dia menunggu cuaca yang lebih baik dan tutupan awan yang lebih sedikit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved