Putri Kim Jong-un Kunjungi Mausoleum Keluarga untuk Pertama Kalinya, Kuatkan Posisinya sebagai Suksesor
Jum'at, 02 Januari 2026 - 13:50 WIB
loading...
Kim Ju-ae (tengah), putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, telah mengunjungi mausoleum keluarga untuk pertama kalinya. Ini menguatkan posisinya sebagai suksesor. Foto/KCNA
A
A
A
PYONGYANG - Kim Ju-ae, putri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, telah melakukan kunjungan publik pertamanya ke mausoleum keluarga yang menjadi tempat peristirahatan terakhir kakek dan buyutnya.
Foto-foto kunjungan Kim Ju-ae diterbitkan media pemerintah, KCNA, pada hari Jumat (2/1/2026). Momen itu semakin memperkuat posisinya sebagai calon penerus untuk memimpin kediktatoran bersenjata nuklir tersebut.
Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara dengan tangan besi selama beberapa dekade, dan kultus kepribadian yang mengelilingi apa yang disebut "garis keturunan Paektu" mendominasi kehidupan sehari-hari di negara yang terisolasi ini.
Kim Jong-un adalah orang ketiga yang memerintah Korut setelah ayahnya; Kim Jong-il, dan kakeknya; Kim Il-sung.
Baca Juga: Hadiri Parade Militer Korut, Putri Kim Jong-un Akan Dijadikan Pemimpin Masa Depan
Ayah dan kakek Kim Jong-un, yang dijuluki "pemimpin abadi" dalam propaganda negara, ditempatkan di Istana Matahari Kumsusan, sebuah mausoleum besar di pusat kota Pyongyang.
Menurut laporan KCNA, Kim Jong-un telah mengunjungi istana tersebut, didampingi oleh para pejabat tinggi. Gambar yang dirilis oleh badan intelijen Korea Selatan juga menunjukkan putrinya, Kim Ju-ae, berada di sampingnya.
Badan intelijen Korea Selatan mengatakan tahun lalu bahwa Kim Ju-ae sekarang dipahami sebagai penerus selanjutnya untuk memerintah Korea Utara setelah dia menemani ayahnya dalam kunjungan penting ke Beijing.
Cheong Seong-chang dari Institut Sejong Seoul mengatakan dia berekspektasi Kim Ju-ae segera "secara resmi dikonfirmasi sebagai penerus selanjutnya baik di dalam negeri maupun internasional".
Cheong, penulis buku tentang kepemimpinan Kim, mengatakan penempatannya di tengah barisan depan selama kunjungannya ke tempat itu—tempat yang biasanya diperuntukkan bagi ayahnya—sangat penting.
"Hal itu dapat diinterpretasikan sebagai pelaporan kepada 'pemimpin abadi' Kim Il-sung dan Kim Jong-il bahwa dia diperkenalkan sebagai penerusnya," katanya.
Kim Ju-ae diperkenalkan kepada dunia pada tahun 2022 ketika dia menemani ayahnya ke lokasi peluncuran rudal balistik antarbenua.
Media pemerintah Korea Utara sejak itu menyebutnya sebagai "anak kesayangan", dan "tokoh besar pembimbing" atau "hyangdo" dalam bahasa Korea—sebuah istilah yang biasanya diperuntukkan bagi para pemimpin tertinggi dan penerusnya.
Sebelum tahun 2022, satu-satunya konfirmasi keberadaannya datang dari mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengunjungi Korea Utara pada tahun 2013.
Para analis memperkirakan bahwa Kim Ju-ae dapat terpilih sebagai Sekretaris Pertama Komite Sentral, posisi terkuat kedua dalam Partai Buruh Korea Utara, pada kongres penting yang akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang.
Pada hari Kamis, rekaman video menunjukkan Kim Ju-ae menemani orang tuanya dalam perayaan Tahun Baru di Pyongyang.
Meskipun Ibu Negara Ri Sol-ju menjaga sikap low profile, stasiun televisi pemerintah menunjukkan Kim Ju-ae meletakkan satu tangan di wajah pemimpin Korea Utara dan mencium pipinya—sebuah tampilan kasih sayang publik yang jarang terjadi dan menjadi berita utama di Korea Selatan.
Foto-foto kunjungan Kim Ju-ae diterbitkan media pemerintah, KCNA, pada hari Jumat (2/1/2026). Momen itu semakin memperkuat posisinya sebagai calon penerus untuk memimpin kediktatoran bersenjata nuklir tersebut.
Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara dengan tangan besi selama beberapa dekade, dan kultus kepribadian yang mengelilingi apa yang disebut "garis keturunan Paektu" mendominasi kehidupan sehari-hari di negara yang terisolasi ini.
Kim Jong-un adalah orang ketiga yang memerintah Korut setelah ayahnya; Kim Jong-il, dan kakeknya; Kim Il-sung.
Baca Juga: Hadiri Parade Militer Korut, Putri Kim Jong-un Akan Dijadikan Pemimpin Masa Depan
Ayah dan kakek Kim Jong-un, yang dijuluki "pemimpin abadi" dalam propaganda negara, ditempatkan di Istana Matahari Kumsusan, sebuah mausoleum besar di pusat kota Pyongyang.
Menurut laporan KCNA, Kim Jong-un telah mengunjungi istana tersebut, didampingi oleh para pejabat tinggi. Gambar yang dirilis oleh badan intelijen Korea Selatan juga menunjukkan putrinya, Kim Ju-ae, berada di sampingnya.
Badan intelijen Korea Selatan mengatakan tahun lalu bahwa Kim Ju-ae sekarang dipahami sebagai penerus selanjutnya untuk memerintah Korea Utara setelah dia menemani ayahnya dalam kunjungan penting ke Beijing.
Cheong Seong-chang dari Institut Sejong Seoul mengatakan dia berekspektasi Kim Ju-ae segera "secara resmi dikonfirmasi sebagai penerus selanjutnya baik di dalam negeri maupun internasional".
Cheong, penulis buku tentang kepemimpinan Kim, mengatakan penempatannya di tengah barisan depan selama kunjungannya ke tempat itu—tempat yang biasanya diperuntukkan bagi ayahnya—sangat penting.
"Hal itu dapat diinterpretasikan sebagai pelaporan kepada 'pemimpin abadi' Kim Il-sung dan Kim Jong-il bahwa dia diperkenalkan sebagai penerusnya," katanya.
Kim Ju-ae diperkenalkan kepada dunia pada tahun 2022 ketika dia menemani ayahnya ke lokasi peluncuran rudal balistik antarbenua.
Media pemerintah Korea Utara sejak itu menyebutnya sebagai "anak kesayangan", dan "tokoh besar pembimbing" atau "hyangdo" dalam bahasa Korea—sebuah istilah yang biasanya diperuntukkan bagi para pemimpin tertinggi dan penerusnya.
Sebelum tahun 2022, satu-satunya konfirmasi keberadaannya datang dari mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengunjungi Korea Utara pada tahun 2013.
Para analis memperkirakan bahwa Kim Ju-ae dapat terpilih sebagai Sekretaris Pertama Komite Sentral, posisi terkuat kedua dalam Partai Buruh Korea Utara, pada kongres penting yang akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang.
Pada hari Kamis, rekaman video menunjukkan Kim Ju-ae menemani orang tuanya dalam perayaan Tahun Baru di Pyongyang.
Meskipun Ibu Negara Ri Sol-ju menjaga sikap low profile, stasiun televisi pemerintah menunjukkan Kim Ju-ae meletakkan satu tangan di wajah pemimpin Korea Utara dan mencium pipinya—sebuah tampilan kasih sayang publik yang jarang terjadi dan menjadi berita utama di Korea Selatan.
(mas)
Lihat Juga :