Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:35 WIB
loading...
A A A
“Dalam konteks ini, kerajaan menekankan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya adalah garis merah, dan Kerajaan tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi dan menetralisir ancaman tersebut,” katanya.

Menyusul peristiwa cepat pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah melakukan “penilaian komprehensif” atas perannya di Yaman dan memutuskan untuk mengakhiri misinya di sana.

“Mengingat perkembangan terkini dan implikasi potensialnya terhadap keselamatan dan efektivitas misi kontra-terorisme, Kementerian Pertahanan mengumumkan penghentian sementara personel kontra-terorisme yang tersisa di Yaman atas kemauan sendiri, dengan cara yang menjamin keselamatan personelnya,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman UEA datang di tengah upaya untuk meredakan ketegangan yang telah Ketegangan meletus dalam beberapa hari terakhir.

4. GCC Serukan Kepentingan Kawasan sebagai Hal Utama

Kementerian Luar Negeri Qatar menyambut baik pernyataan Arab Saudi dan UEA, yang menurutnya mencerminkan "komitmen untuk memprioritaskan kepentingan kawasan, memperkuat prinsip-prinsip bertetangga baik, dan verpegang teguh pada fondasi dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar Piagam GCC”.

Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, dan UEA adalah bagian dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, membahas “perkembangan regional”.

5. Pasukan UEA Sudah Berada di Yaman sejak 2015

Serangan koalisi pimpinan Saudi di Mukalla mengungkapkan meningkatnya ketegangan dalam koalisi yang dibangun pada tahun 2015 untuk memerangi Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman utara.

Pasukan Emirat pertama kali tiba di Yaman sebagai bagian dari koalisi tahun itu, tetapi UEA menarik sebagian besar pasukannya pada tahun 2019, hanya menyisakan sejumlah kecil di selatan yang dikelola pemerintah.

Setelah serangan Mukalla, yang tidak menimbulkan korban jiwa, Rashad al-Alimi, kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Saudi, membubarkan pertahanan. pakta dengan UEA dan memberi pasukan Emirat waktu 24 jam untuk pergi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved