Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut

Senin, 29 Desember 2025 - 14:37 WIB
loading...
Korea Selatan Tutup...
Korea Selatan menutup 4.008 sekolah di seluruh negeri karena populasi pelajar menyusut. Ini imbas dari tingkat kelahiran yang sangat rendah di negara tersebut. Foto/Korea Times
A A A
SEOUL - Lebih dari 4.000 sekolah dasar, menengah, dan atas di seluruh Korea Selatan telah ditutup karena populasi pelajar di negara itu menyusut. Ini imbas dari tingkat kelahiran yang sangat rendah di negeri ginseng tersebut.

Menurut angka terbaru Kementerian Pendidikan, yang diungkapkan pada hari Minggu oleh Anggota Parlemen Jin Sun-mee dari Partai Demokrat Korea yang berkuasa, 4.008 sekolah di bawah 17 kantor pendidikan regional di seluruh negeri telah ditutup sejauh ini karena jumlah siswa terus menurun.

Sekolah dasar merupakan mayoritas penutupan, dengan 3.674 sekolah ditutup secara permanen, dibandingkan dengan 264 sekolah menengah pertama dan 70 sekolah menengah atas. Dalam lima tahun terakhir saja, 158 sekolah telah ditutup, dan 107 sekolah tambahan diproyeksikan akan ditutup dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: Mantan Ibu Negara Korea Selatan Dituntut Penjara 15 Tahun atas Suap Mewah

Tingkat kelahiran di Korea Selatan—terendah di dunia dengan tingkat kesuburan total tetap di bawah 0,8—adalah alasan utama di balik kontraksi ini. Laju penutupan sekolah juga menunjukkan bahwa penurunan pendaftaran diperkirakan akan semakin cepat di daerah-daerah provinsi daripada di wilayah ibu kota.

Jumlah penutupan sekolah terbanyak terjadi di Provinsi Jeolla Utara dengan 16 sekolah, diikuti oleh Provinsi Jeolla Selatan 15 sekolah, Provinsi Gyeonggi 12 sekolah, dan Provinsi Chungcheong Selatan 11 sekolah.

Prospek demografis negara secara keseluruhan menunjukkan bahwa penyusutan ini hanya akan semakin intensif dalam beberapa tahun mendatang, bahkan mungkin beberapa dekade.

Lembaga Pengembangan Pendidikan Korea yang dikelola negara memperkirakan bahwa jumlah siswa sekolah dasar, menengah, dan atas mencapai sekitar 5,07 juta tahun ini dan diproyeksikan akan menurun menjadi sekitar 4,25 juta pada tahun 2029—penurunan lebih dari 800.000 siswa hanya dalam enam tahun.

Angka tersebut kurang dari setengah angka pendaftaran lebih dari 10 juta yang tercatat pada tahun 1980-an.

Data kementerian juga mengungkapkan kesenjangan serius dalam pengelolaan lokasi sekolah yang ditutup. Dari 4.008 sekolah yang telah ditutup, 376 masih belum digunakan. Di antara sekolah-sekolah tersebut, 266 telah terbengkalai selama lebih dari satu dekade, dan 82 telah ditinggalkan selama lebih dari 30 tahun.

Menurut kantor anggota Parlemen, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lanjutan dan pemanfaatan kembali fasilitas sekolah lama tertinggal dari kecepatan penutupan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pemborosan aset publik.

“Sejumlah besar sekolah telah ditutup, dan ini akan terus berlanjut seiring dengan penurunan jumlah siswa,” kata Jin, seperti dikutip Korea Times, Selasa (29/12/2025).

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada penutupan sekolah, tetapi harus mengembangkan peta jalan jangka panjang untuk memanfaatkan kembali sekolah-sekolah tersebut sebagai aset bagi masyarakat setempat," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved