Rusia Tembak Jatuh 111 Drone Ukraina dalam 3 Jam
Minggu, 28 Desember 2025 - 11:31 WIB
loading...
Rusia klaim telah menembak jatuh 111 drone Ukraina dalam 3 jam. Sebaliknya, Rusia bombardir ibu kota Ukraina hampir 10 jam. Foto/Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina
A
A
A
KYIV - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh 111 drone Ukraina dalam tiga jam di enam wilayah, termasuk delapan di atas Moskow. pada hari Sabtu. Sebaliknya, Moskow meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv yang menewaskan dua orang dan melukai 32 lainnya.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (28/12/2025), mengatakan bahwa 11 drone lainnya juga kemudian ditembak jatuh dalam perjalanan menuju ibu kota.
Badan pengawas penerbangan Rusia, Rosaviatsia, mengatakan bahwa bandara Vnukovo dan Sheremetyevo di Moskow telah memberlakukan pembatasan sementara pada wilayah udara karena alasan keamanan.
Baca Juga: Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina Hampir 10 Jam Jelang Pertemuan Zelensky-Trump di AS
Sebelumnya, Ukraina menyatakan wilayah ibu kotanya, Kyiv, telah dibombardir militer Rusia dengan gelombang rudal dan drone serang pada hari Sabtu. Serangan yang berlangsung hampir 10 jam terjadi sehari sebelum pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan berlangsung di Florida pada hari Minggu.
Pertemuan Zelensky-Trump untuk membahas rencana mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Menurut pihak berwenang Kyiv, dua orang tewas dan 32 orang lainnya terluka akibat serangan Rusia.
Zelensky mengatakan serangan itu memperjelas bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serius tentang pembicaraan perdamaian.
“Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya, Kinzhal dan Shahed yang berbicara untuk mereka,” tulisnya di media sosial, menggunakan nama-nama rudal balistik dan drone serang.
“Ini adalah sikap sebenarnya dari Putin dan lingkaran dalamnya. Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi," lanjut Zelensky, seperti dikutip dari The New York Times.
Berbicara kepada wartawan pada Sabtu sore, Zelensky mengatakan bahwa serangan terhadap Kyiv menggarisbawahi perlunya dukungan berkelanjutan dari sekutu-sekutu Ukraina karena negara tersebut bergulat dengan kekurangan pertahanan udara.
Dalam perjalanannya ke Florida, Zelensky singgah di Kanada, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Mark Carney dan mengatakan bahwa keduanya telah berbicara bersama dengan beberapa pemimpin Eropa.
Dengan Moskow yang meningkatkan serangan rudal dan drone, dia menjelaskan di media sosial, "Tingkat dukungan yang cukup untuk Ukraina sangat dibutuhkan."
Serangan hari Sabtu di Kyiv dimulai sekitar pukul 01.30 pagi waktu setempat, diawali dengan suara sirene serangan udara saat otoritas setempat memperingatkan penduduk ibu kota untuk berlindung.
"Ledakan di ibu kota," tulis Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko di Telegram. "Pasukan pertahanan udara sedang beroperasi. Tetaplah di tempat perlindungan!"
Tak lama kemudian, cahaya biru-putih yang menyeramkan berkedip di langit di sebagian kota, menunjukkan bahwa fasilitas energi mungkin telah terkena serangan. Ledakan dan gemuruh tembakan pertahanan udara terdengar sepanjang malam hingga larut pagi, ketika kepulan asap abu-abu tebal membubung di atas cakrawala Kyiv.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 40 rudal dan 519 drone dalam pengeboman yang berlangsung hampir 10 jam.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (28/12/2025), mengatakan bahwa 11 drone lainnya juga kemudian ditembak jatuh dalam perjalanan menuju ibu kota.
Badan pengawas penerbangan Rusia, Rosaviatsia, mengatakan bahwa bandara Vnukovo dan Sheremetyevo di Moskow telah memberlakukan pembatasan sementara pada wilayah udara karena alasan keamanan.
Baca Juga: Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina Hampir 10 Jam Jelang Pertemuan Zelensky-Trump di AS
Sebelumnya, Ukraina menyatakan wilayah ibu kotanya, Kyiv, telah dibombardir militer Rusia dengan gelombang rudal dan drone serang pada hari Sabtu. Serangan yang berlangsung hampir 10 jam terjadi sehari sebelum pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan berlangsung di Florida pada hari Minggu.
Pertemuan Zelensky-Trump untuk membahas rencana mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Menurut pihak berwenang Kyiv, dua orang tewas dan 32 orang lainnya terluka akibat serangan Rusia.
Zelensky mengatakan serangan itu memperjelas bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serius tentang pembicaraan perdamaian.
“Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya, Kinzhal dan Shahed yang berbicara untuk mereka,” tulisnya di media sosial, menggunakan nama-nama rudal balistik dan drone serang.
“Ini adalah sikap sebenarnya dari Putin dan lingkaran dalamnya. Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi," lanjut Zelensky, seperti dikutip dari The New York Times.
Berbicara kepada wartawan pada Sabtu sore, Zelensky mengatakan bahwa serangan terhadap Kyiv menggarisbawahi perlunya dukungan berkelanjutan dari sekutu-sekutu Ukraina karena negara tersebut bergulat dengan kekurangan pertahanan udara.
Dalam perjalanannya ke Florida, Zelensky singgah di Kanada, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Mark Carney dan mengatakan bahwa keduanya telah berbicara bersama dengan beberapa pemimpin Eropa.
Dengan Moskow yang meningkatkan serangan rudal dan drone, dia menjelaskan di media sosial, "Tingkat dukungan yang cukup untuk Ukraina sangat dibutuhkan."
Serangan hari Sabtu di Kyiv dimulai sekitar pukul 01.30 pagi waktu setempat, diawali dengan suara sirene serangan udara saat otoritas setempat memperingatkan penduduk ibu kota untuk berlindung.
"Ledakan di ibu kota," tulis Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko di Telegram. "Pasukan pertahanan udara sedang beroperasi. Tetaplah di tempat perlindungan!"
Tak lama kemudian, cahaya biru-putih yang menyeramkan berkedip di langit di sebagian kota, menunjukkan bahwa fasilitas energi mungkin telah terkena serangan. Ledakan dan gemuruh tembakan pertahanan udara terdengar sepanjang malam hingga larut pagi, ketika kepulan asap abu-abu tebal membubung di atas cakrawala Kyiv.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 40 rudal dan 519 drone dalam pengeboman yang berlangsung hampir 10 jam.
(mas)
Lihat Juga :