Rusia Respons Pidato Natal Zelensky yang Dianggap Tidak Waras
Kamis, 25 Desember 2025 - 22:30 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/anadolu
A
A
A
MOSKOW - Rusia segera merespons pidato Natal Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mendoakan kebinasaan pada seseorang. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan pidato Zelensky yang "aneh" menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan pemimpin Ukraina itu untuk membuat keputusan rasional.
Zelensky mempublikasikan video di saluran Telegram-nya pada hari Rabu (24/12/2025) di mana ia mengucapkan selamat Natal kepada warga Ukraina.
Namun, dalam video yang sama, ia juga mendoakan agar seseorang yang tidak disebutkan namanya – kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin – "binasa" sebelum mendesak semua orang untuk berdoa bagi perdamaian.
Mengomentari video tersebut, Peskov mengatakan, “Video itu tampak tidak beradab, penuh kebencian, dan berasal dari seseorang yang tampaknya tidak waras."
"Orang bertanya-tanya apakah dia mampu membuat keputusan rasional apa pun menuju penyelesaian politik dan diplomatik," tambah juru bicara Kremlin, merujuk pada upaya Rusia-AS yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik Ukraina.
Moskow telah menuduh Kiev dan pendukung Eropanya berulang kali merusak pembicaraan perdamaian dengan mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.
Awal pekan ini, Zelensky mengungkap versi 20 poin dari rencana perdamaian Kiev yang awalnya diusulkan oleh AS.
Di dalamnya, ia sebagian besar mengabaikan kekhawatiran Rusia, menuntut konsesi teritorial dari Moskow meskipun Moskow terus meraih kemajuan militer.
Ia juga bersikeras mempertahankan tentara yang berjumlah 800.000 orang, jaminan keamanan ala NATO, percepatan keanggotaan Uni Eropa, dan ratusan miliar investasi Barat.
Rencana tersebut juga menghapus ketentuan yang terkait dengan hak bahasa Rusia dan Gereja Ortodoks Ukraina, menggantinya dengan komitmen yang dirumuskan secara longgar untuk mengembangkan program pendidikan guna mempromosikan toleransi dan anti-rasisme.
Moskow menolak berkomentar tentang proposal tersebut, tetapi mencatat proposal tersebut sedang dianalisis.
Putin telah berulang kali menyatakan Rusia terbuka untuk negosiasi tetapi bersikeras setiap penyelesaian harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan realitas teritorial di lapangan.
Baca juga: Trump Akui Dimulainya Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba di Amerika Latin
Zelensky mempublikasikan video di saluran Telegram-nya pada hari Rabu (24/12/2025) di mana ia mengucapkan selamat Natal kepada warga Ukraina.
Namun, dalam video yang sama, ia juga mendoakan agar seseorang yang tidak disebutkan namanya – kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin – "binasa" sebelum mendesak semua orang untuk berdoa bagi perdamaian.
Mengomentari video tersebut, Peskov mengatakan, “Video itu tampak tidak beradab, penuh kebencian, dan berasal dari seseorang yang tampaknya tidak waras."
"Orang bertanya-tanya apakah dia mampu membuat keputusan rasional apa pun menuju penyelesaian politik dan diplomatik," tambah juru bicara Kremlin, merujuk pada upaya Rusia-AS yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik Ukraina.
Moskow telah menuduh Kiev dan pendukung Eropanya berulang kali merusak pembicaraan perdamaian dengan mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.
Awal pekan ini, Zelensky mengungkap versi 20 poin dari rencana perdamaian Kiev yang awalnya diusulkan oleh AS.
Di dalamnya, ia sebagian besar mengabaikan kekhawatiran Rusia, menuntut konsesi teritorial dari Moskow meskipun Moskow terus meraih kemajuan militer.
Ia juga bersikeras mempertahankan tentara yang berjumlah 800.000 orang, jaminan keamanan ala NATO, percepatan keanggotaan Uni Eropa, dan ratusan miliar investasi Barat.
Rencana tersebut juga menghapus ketentuan yang terkait dengan hak bahasa Rusia dan Gereja Ortodoks Ukraina, menggantinya dengan komitmen yang dirumuskan secara longgar untuk mengembangkan program pendidikan guna mempromosikan toleransi dan anti-rasisme.
Moskow menolak berkomentar tentang proposal tersebut, tetapi mencatat proposal tersebut sedang dianalisis.
Putin telah berulang kali menyatakan Rusia terbuka untuk negosiasi tetapi bersikeras setiap penyelesaian harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan realitas teritorial di lapangan.
Baca juga: Trump Akui Dimulainya Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba di Amerika Latin
(sya)
Lihat Juga :