Turki Temukan Black Box Pesawat Jatuh yang Tewaskan Jenderal Libya, Apa Penyebab Tragedi Ini?

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:09 WIB
loading...
Turki Temukan Black...
Otoritas Turki temukan black box dari pesawat pribadi yang jatuh dan menewaskan Kepala Angkatan Bersenjata Libya Letnan Jenderal Mohammed al-Haddad di dekat Ankara. Foto/Arab Times Online
A A A
ANKARA - Otoritas berwenang Turki telah menemukan perekam suara kokpit dan black box (kotak hitam) dari pesawat pribadi yang jatuh dan menewaskan Kepala Angkatan Bersenjata Libya Letnan Jenderal Mohammed al-Haddad. Empat ajudan sang jenderal juga ikut tewas dalam tragedi hari Selasa lalu.

Pejabat Turki mengatakan pesawat Falcon 50 tersebut meminta pendaratan darurat karena kerusakan listrik beberapa menit setelah lepas landas dari Ibu Kota Turki, Ankara, pada hari Selasa. Namun, kontak terputus.

Pesawat itu sedang kembali ke Tripoli, Ibu Kota Libya.

Baca Juga: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Dekat Ibu Kota Turki

Puing-puing pesawat ditemukan oleh personel keamanan Turki di distrik Haymana dekat Ankara.

Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengatakan di lokasi kecelakaan bahwa perekam suara pesawat dan perekam data penerbangan (kotak hitam) telah ditemukan.

“Proses pemeriksaan dan evaluasi perangkat-perangkat ini telah dimulai,” katanya.

Belum terungkap dugaan awal dari penyebab tragedi jatuhnya pesawat jenderal Libya tersebut.

Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu mengatakan di X: “Analisis perekam suara dan perekam data penerbangan untuk menentukan penyebab kecelakaan pesawat akan dilakukan di negara netral.”

"Temuan ini akan dibagikan dengan bangsa kita dan seluruh dunia dengan transparansi penuh,” ujarnya.

Analisis Memakan Waktu Berbulan-bulan


Letnan Jenderal Mohammed al-Haddad dan empat ajudan lainnya sedang kembali ke Tripoli setelah mengadakan pembicaraan di Ankara dengan pejabat militer Turki ketika tragedi itu terjadi. Ada delapan orang di dalam pesawat termasuk tiga awak pesawat.

Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah menyatakan “kesedihan mendalam dan duka cita yang besar” atas kematian kepala angkatan bersenjata tersebut.

Yerlikaya mengatakan jenazah-jenazah masih berada di lokasi kecelakaan yang mencakup sekitar tiga kilometer persegi (satu mil persegi), menambahkan bahwa delegasi Libya yang beranggotakan 22 orang, termasuk lima kerabat korban, telah tiba di Ankara.

“Kami berdoa agar Tuhan mengampuni mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka,” imbuh dia, seperti dikutip AFP, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, sebanyak 408 personel dari badan penanggulangan bencana pemerintah AFAD, polisi, dan layanan kesehatan berada di lokasi kejadian. Sementara itu, citra langsung dari area tersebut sedang dikirimkan oleh drone.

Para pejabat Turki mengatakan kantor kejaksaan Ankara telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Tolga Tuzun Inan dari Universitas Bahcesehir yang berbasis di Istanbul mengatakan bahwa kegagalan listrik tunggal tidak akan membuat pesawat benar-benar gelap.

“Ketika beberapa faktor pemicu bergabung dengan kondisi meteorologi, situasi seperti itu dapat terjadi,” katanya kepada stasiun televisi swasta NTV.

Dia mengatakan data dari kotak hitam akan mengungkapkan apa yang terjadi, tetapi memperingatkan bahwa proses analisis dapat memakan waktu beberapa bulan.

Ucapan Belasungkawa Erdogan


Jenderal Haddad telah menjabat sebagai kepala angkatan bersenjata Libya sejak Agustus 2020 dan diangkat oleh perdana menteri saat itu, Fayez al-Sarraj.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa atas kehilangan nyawa tersebut selama percakapan telepon dengan Perdana Menteri Dbeibah, menurut kantor Kepresidenan Turki.

Libya terpecah antara pemerintah yang diakui PBB di Tripoli, yang dipimpin oleh Dbeibah, dan pemerintahan komandan Khalifa Haftar di timur.

Negara Afrika Utara ini telah terpecah sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh pemimpin lama Moamar Kadhafi pada tahun 2011.

Turki memiliki hubungan dekat dengan pemerintah yang didukung PBB di Tripoli, yang kepadanya Turki memberikan dukungan ekonomi dan militer.

Namun Ankara baru-baru ini juga menjangkau pemerintahan saingan di timur, dengan kepala badan intelijen Turki, Ibrahim Kalin, bertemu dengan Haftar di Benghazi pada bulan Agustus.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Putin Nonton Konser...
Putin Nonton Konser saat Pesawat Jatuh Diduga Tewaskan Bos Wagner
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved