Israel Setujui Penutupan Radio Militer, Oposisi Beri Peringatan

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:30 WIB
loading...
Israel Setujui Penutupan...
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Foto/x
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel pada hari Senin (22/12/2025) menyetujui penutupan Radio Militer Israel (Galei Tsahal), stasiun radio militer yang telah lama beroperasi di negara itu. Langkah ini memicu peringatan dari para ahli hukum dan tokoh oposisi atas ancaman terhadap kebebasan pers.

Menurut kantor Menteri Keamanan Israel Israel Katz, stasiun tersebut diperkirakan akan berhenti beroperasi sebelum 1 Maret 2026.

Didirikan pada tahun 1950, Galei Tsahal telah menjadi bagian penting dalam lanskap media Israel, khususnya untuk liputan beritanya yang banyak diikuti.

Stasiun ini tetap menjadi salah satu stasiun radio yang paling banyak didengarkan di negara itu, dengan pangsa pendengar diperkirakan mencapai 17,7%.

Jaksa Agung Khawatirkan Kebebasan Pers


Keputusan tersebut menuai kritik tajam dari Jaksa Agung Gali Baharav-Miara, yang saat ini menghadapi proses pemecatan yang diprakarsai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kantornya memperingatkan penutupan tersebut “menimbulkan kekhawatiran akan campur tangan politik dalam penyiaran publik” dan dapat merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

Satu opini hukum setebal 34 halaman yang dikeluarkan kantor jaksa agung berpendapat penutupan stasiun tersebut memerlukan persetujuan formal dari Knesset dan keputusan saat ini “tidak memenuhi persyaratan hukum yang diperlukan.”

Katz Mengklaim Bias Politik


Katz membela langkah tersebut, menuduh Radio Angkatan Darat menyiarkan konten politik dan memecah belah yang tidak sesuai dengan nilai-nilai militer.

“Selama dua tahun terakhir, sepanjang perang, banyak tentara dan warga sipil, termasuk keluarga yang berduka, telah berulang kali mengeluh stasiun tersebut tidak mewakili mereka dan bahkan merusak moral dan upaya perang,” ujar Katz.

Ia juga berpendapat mengoperasikan lembaga penyiaran publik di bawah otoritas militer adalah “anomali yang tidak ada di negara-negara demokrasi.”

Tantangan Hukum dan Reaksi Politik


Meskipun mendapat persetujuan bulat dari kabinet, posisi jaksa agung menunjukkan keputusan tersebut kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum dan parlemen.

Anggota parlemen oposisi berpendapat mengabaikan Knesset dalam masalah media yang begitu signifikan merusak norma-norma demokrasi.

Netanyahu telah lama menganjurkan penghapusan atau privatisasi Galei Tsahal, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menayangkan program-program yang mengkritik pemerintahannya.

Pemimpin oposisi Yair Lapid mengecam langkah tersebut, menulis di X bahwa penutupan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pemerintah Netanyahu untuk mengekang kebebasan berekspresi menjelang pemilihan umum 2026.

“Mereka tidak dapat mengendalikan realitas, jadi mereka mencoba mengendalikan pikiran,” ujar Lapid.

Netanyahu, yang telah mengkonfirmasi niatnya untuk mencalonkan diri kembali, mendesak para menteri untuk mendukung keputusan tersebut, dengan mengutip upaya lama untuk menghapus stasiun tersebut dari pengawasan militer.

Baca juga: Hancurkan Tekanan Barat, Indonesia Bersatu dengan Negara-negara Eurasia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved