Trump Mengaku Ingin Bunuh Presiden Assad, tapi Dicegah Mattis

Rabu, 16 September 2020 - 01:01 WIB
loading...
A A A
"Tidak semuanya. Tidak, buku itu fiksi. Saya mendengar di suatu tempat di mana mereka mengatakan pembunuhan Presiden Assad oleh Amerika Serikat. Buku ini adalah fiksi total, sama seperti yang dia tulis di masa lalu tentang presiden lainnya," kata Trump dalam briefing Gedung Putih pada September 2018. Dia merujuk pada buku karya reporter veteran Amerika, Bob Woodward, yang berjudul "Fear: Trump in the White House" dan dirilis awal tahun 2018.

Buku itu, secara khusus, mengklaim bahwa Trump telah memerintahkan Pentagon untuk mengatur pembunuhan terhadap Assad setelah serangan senjata kimia di provinsi Idlib, Suriah, pada 4 April 2017 yang menewaskan sekitar 80 warga sipil dan melukai 200 lainnya.

Oposisi Suriah dan sejumlah negara Barat menuduh pasukan pemerintah Assad yang melakukan serangan itu, namun Damaskus membantahnya. Assad menekankan bahwa pemerintahnya tidak pernah menggunakan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia, terhadap rakyat Suriah. (Baca juga: Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS )

Serangan senjata kimia di Idlib itulah yang digunakan sebagai dalih untuk serangan rudal AS terhadap Pangkalan Udara Ash Sha'irat, Suriah, pada 6 April 2017. Trump menggambarkan serangan itu sebagai tanggapan atas insiden Idlib. Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengecam serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved