Israel Bombardir Militer Suriah, 5 Tewas Termasuk 2 Tentara Assad

Selasa, 01 September 2020 - 08:53 WIB
loading...
Israel Bombardir Militer...
Serangan udara Israel terhadap wilayah selatan Damaskus, Suriah. Foto/Times of Israel
A A A
DAMASKUS - Beberapa posisi militer Suriah di selatan Damaskus dibombardir militer Israel semalam. Kelompok pemantau perang Suriah mengatakan dua tentara rezim Presiden Bashar al-Assad dan tiga serdadu sekutunya tewas dalam serangan udara tersebut.

"Musuh Zionis melakukan serangan...di beberapa posisi militer kami di selatan Damaskus dan pertahanan udara kami menghadapi mereka," tulis kantor berita pemerintah Suriah, SANA, Selasa (1/9/2020).

"Serangan Israel menyebabkan dua martir tewas dan tujuh tentara terluka," kata seorang sumber militer Damaskus, yang menambahkan serangan datang dari arah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Zionis. (Baca: Israel Bombardir Damaskus, Sistem Rudal Suriah Beraksi )

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau perang Suriah yang berbasis di Inggris, mengatakan tiga serdadu non-Suriah lainnya ikut tewas dalam serangan rudal di selatan Damaskus.

Gempuran rudal-rudal Zionis itu menargetkan posisi kelompok Hizbullah Lebanon yang merupakan sekutu Assad. Mereka yang jadi target berada di barat daya Damaskus dan di provinsi selatan Daraa.

Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah sejak perang saudara pecah di negeri Assad pada 2011. Zionis mengklaim serangannya ditujukan terhadap pasukan Hizbullah dan pasukan Iran yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, serta pasukan pemerintah Assad. (Baca: Sistem Anti-Drone Terbaru Rusia Perkuat Pertahanan Udara Suriah )

Tentara Israel jarang mengakui serangan itu, tetapi mengatakan bahwa pada 3 Agustus mereka telah menggunakan jet tempur, helikopter serang, dan pesawat tempur lainnya untuk menyerang sasaran militer Suriah di Suriah selatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
Rekomendasi
Folarin Balogun Jadi...
Folarin Balogun Jadi Starter, Amerika Serikat Tertinggal dari Belgia 1-2 di Babak Pertama
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
Berita Terkini
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved