Efek Penembakan di Pantai Bondi, Perayaan Festival Hanukkah di AS Dijaga Ketat

Senin, 15 Desember 2025 - 18:25 WIB
loading...
Efek Penembakan di Pantai...
Festival Hanukkah dikawal ketat di AS karena aksi penembakan di Australia. Foto/X/@lancewallnau
A A A
WASHINGTON - Lembaga penegak hukum di beberapa kota besar AS telah meningkatkan keamanan di acara Hanukkah menyusul penembakan massal pada hari Minggu di perayaan Yahudi di Pantai Bondi, Australia yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Pihak berwenang mengatakan serangan hari Minggu, yang dilakukan oleh dua orang bersenjata, "dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah," Festival Cahaya Yahudi, seperti yang dilaporkan oleh Perdana Menteri New South Wales Chris Minns, yang menyebut penembakan itu sebagai "peristiwa terorisme" selama konferensi pers, menurut media AS ABC News.

Sebagai tanggapan, departemen kepolisian di Kota New York dan Suffolk County, keduanya di negara bagian New York, serta Los Angeles, Beverly Hills, dan Washington, DC mengerahkan petugas tambahan ke sinagoge, sekolah, dan pertemuan terkait Hanukkah, meskipun telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada ancaman lokal yang kredibel.

"Ini adalah tindakan kekerasan yang disengaja terhadap orang Yahudi yang merayakan keyakinan mereka," kata Komisaris Polisi New York Jessica Tisch seperti dikutip oleh media tersebut, dilansir Anadolu. "Ini bukan insiden terisolasi. Ini adalah bagian dari serangan yang lebih luas terhadap kehidupan Yahudi."

Kota New York memiliki populasi Yahudi terbesar di dunia di luar Israel.

Baca Juga: Siapa Dalang Utama Penembakan Massal di Pantai Bondi? Dugaan Mengarah ke ISIS hingga Iran

Mantan Wali Kota New York, Eric Adams, menyuarakan keprihatinan yang sama, dengan menyatakan: “Ini bukan sekadar tindakan kekerasan acak. Ini adalah tindakan anti-Semit dan menargetkan orang-orang Yahudi.”

Departemen Kepolisian New York mengatakan telah meningkatkan jumlah personel berseragam, tim senjata berat, dan patroli khusus.

Para pejabat di Suffolk County, New York, yang mencakup sebagian Long Island, menambahkan bahwa mereka memantau perkembangan dan menjaga kontak dengan para pemimpin komunitas Yahudi.

Di California, Departemen Kepolisian Los Angeles mengatakan akan “menyediakan patroli tambahan di fasilitas Yahudi, sekolah, sinagoge, dan acara Hanukkah.”

Departemen Kepolisian Beverly Hills juga mengumumkan peningkatan patroli dan peningkatan penggunaan drone pengawasan.

Kepolisian Metropolitan Washington, DC mengatakan mereka “mengerahkan sumber daya tambahan ke sinagoge sebagai tindakan pencegahan,” meskipun “tidak ada hubungan yang diketahui dengan DC” dari serangan di Pantai Bondi.

Sedikitnya 16 orang tewas, termasuk salah satu pelaku, dan 42 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit setelah insiden hari Minggu tersebut, yang merupakan penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

Sebelumnya, polisi Australia mengatakan bahwa dua tersangka pelaku penembakan adalah seorang ayah dan anak, dan bahwa para penyelidik tidak mencari tersangka tambahan lainnya.

Sang ayah tewas di tempat kejadian, sementara sang anak masih dalam kondisi kritis namun stabil di rumah sakit.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Bak Gergaji Mesin Politik,...
Bak Gergaji Mesin Politik, Uang Yahudi Jadi Pembabat Para Politisi AS Anti-Israel
Teror Warga saat Ramadan,...
Teror Warga saat Ramadan, Pemukim Israel Rusak dan Bakar Masjid di Tepi Barat
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved