Israel Klaim Habisi Komandan Hamas Raed Saed, Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Gaza
Minggu, 14 Desember 2025 - 11:19 WIB
loading...
Militer Israel klaim telah membunuh komandan senior Hamas Raed Saed dalam serangan terhadap sebuah mobil di Kota Gaza, Sabtu (13/12/2025). Foto/Times of Israel
A
A
A
GAZA - Militer Israel mengeklaim telah membunuh komandan senior Hamas, Raed Saed, dalam serangan terhadap sebuah mobil di Kota Gaza pada hari Sabtu.
Militer Zionis menganggap Saed sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Kematian Saed, jika terkonfirmasi, merupakan pembunuhan tokoh senior Hamas paling terkenal sejak kesepakatan gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada bulan Oktober.
Baca Juga: Sebagian Besar Sandera Israel yang Tewas di Gaza akibat Tembakan Tentara Zionis
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Saed menjadi sasaran sebagai respons atas serangan Hamas di mana sebuah alat peledak melukai dua tentara pada Sabtu pagi.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan terhadap mobil di Kota Gaza tersebut menewaskan lima orang dan melukai setidaknya 25 lainnya. Belum ada konfirmasi langsung dari Hamas atau petugas medis bahwa Saed termasuk di antara korban tewas.
Seorang pejabat militer Israel menggambarkan Saed sebagai anggota Hamas berpangkat tinggi yang membantu membangun dan memajukan jaringan produksi senjata kelompok tersebut.
“Dalam beberapa bulan terakhir, dia beroperasi untuk membangun kembali kemampuan dan manufaktur senjata Hamas, sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata,” kata pejabat tersebut, yang dilansir Reuters, Minggu (14/12/2025).
Sumber Hamas juga menggambarkannya sebagai orang kedua dalam komando sayap bersenjata kelompok tersebut, setelah Izz el Deen Al-Hadad.
Saed dulunya memimpin batalion Hamas di Kota Gaza, salah satu batalion terbesar dan terlengkap milik kelompok tersebut, menurut sumber-sumber tersebut.
Hamas, dalam sebuah pernyataan, mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata tetapi tidak mengatakan apakah Saed terluka dan tidak mengancam pembalasan.
Perang di Gaza dimulai setelah militan pimpinan Hamas membunuh 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang dalam serangan di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 70.700 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut pejabat kesehatan di Gaza.
Gencatan senjata 10 Oktober telah memungkinkan ratusan ribu warga Palestina untuk kembali ke reruntuhan Kota Gaza. Israel telah menarik pasukan dari posisi di kota, dan aliran bantuan telah meningkat.
Namun kekerasan belum sepenuhnya berhenti. Otoritas kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel telah membunuh setidaknya 386 orang dalam serangan di Gaza sejak gencatan senjata. Israel mengatakan tiga tentaranya telah tewas sejak gencatan senjata dimulai, dan mereka telah menyerang puluhan milisi.
Militer Zionis menganggap Saed sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Kematian Saed, jika terkonfirmasi, merupakan pembunuhan tokoh senior Hamas paling terkenal sejak kesepakatan gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada bulan Oktober.
Baca Juga: Sebagian Besar Sandera Israel yang Tewas di Gaza akibat Tembakan Tentara Zionis
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Saed menjadi sasaran sebagai respons atas serangan Hamas di mana sebuah alat peledak melukai dua tentara pada Sabtu pagi.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan terhadap mobil di Kota Gaza tersebut menewaskan lima orang dan melukai setidaknya 25 lainnya. Belum ada konfirmasi langsung dari Hamas atau petugas medis bahwa Saed termasuk di antara korban tewas.
Seorang pejabat militer Israel menggambarkan Saed sebagai anggota Hamas berpangkat tinggi yang membantu membangun dan memajukan jaringan produksi senjata kelompok tersebut.
“Dalam beberapa bulan terakhir, dia beroperasi untuk membangun kembali kemampuan dan manufaktur senjata Hamas, sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata,” kata pejabat tersebut, yang dilansir Reuters, Minggu (14/12/2025).
Sumber Hamas juga menggambarkannya sebagai orang kedua dalam komando sayap bersenjata kelompok tersebut, setelah Izz el Deen Al-Hadad.
Saed dulunya memimpin batalion Hamas di Kota Gaza, salah satu batalion terbesar dan terlengkap milik kelompok tersebut, menurut sumber-sumber tersebut.
Hamas, dalam sebuah pernyataan, mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata tetapi tidak mengatakan apakah Saed terluka dan tidak mengancam pembalasan.
Perang di Gaza dimulai setelah militan pimpinan Hamas membunuh 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang dalam serangan di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 70.700 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut pejabat kesehatan di Gaza.
Gencatan senjata 10 Oktober telah memungkinkan ratusan ribu warga Palestina untuk kembali ke reruntuhan Kota Gaza. Israel telah menarik pasukan dari posisi di kota, dan aliran bantuan telah meningkat.
Namun kekerasan belum sepenuhnya berhenti. Otoritas kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel telah membunuh setidaknya 386 orang dalam serangan di Gaza sejak gencatan senjata. Israel mengatakan tiga tentaranya telah tewas sejak gencatan senjata dimulai, dan mereka telah menyerang puluhan milisi.
(mas)
Lihat Juga :