9 Juta Muslim Inggris Bisa Kehilangan Kewarganegaraan, Ini Sebabnya

Jum'at, 12 Desember 2025 - 21:15 WIB
loading...
A A A
Laporan tersebut menelusuri bagaimana pencabutan kewarganegaraan, yang dulunya merupakan alat yang hanya digunakan dalam kasus-kasus luar biasa di masa perang, telah diubah oleh dua dekade undang-undang antiterorisme.

Sejak tahun 2010, lebih dari 200 orang telah dicabut kewarganegaraannya dengan alasan yang digambarkan sebagai "kondusif untuk kepentingan umum", dengan sebagian besar adalah Muslim.

Pada tahun 2022, pemerintah memperoleh kekuasaan untuk mencabut kewarganegaraan tanpa memberitahukan kepada individu tersebut.

Dan undang-undang tahun 2025 kini memastikan bahkan ketika pengadilan memutuskan pencabutan kewarganegaraan itu melanggar hukum, orang-orang tidak mendapatkan kembali kewarganegaraan mereka sampai banding pemerintah – yang terkadang berlangsung bertahun-tahun – selesai.

Laporan tersebut menyoroti beberapa kasus di mana Inggris secara keliru percaya seseorang dapat memperoleh kewarganegaraan lain, hanya untuk kemudian pengadilan memutuskan mereka telah menjadi tanpa kewarganegaraan secara ilegal – terkadang selama bertahun-tahun.

Reprieve mengatakan pihaknya mengetahui klien Muslim yang bandingnya masih dibekukan karena mereka ditahan di luar negeri dan tidak dapat menunjuk pengacara.

Kasus yang paling terkenal tetaplah kasus Shamima Begum, seorang remaja kelahiran Inggris yang dicabut kewarganegaraannya dengan alasan ia diduga warga negara Bangladesh – sesuatu yang secara terbuka dibantah pejabat Bangladesh.

Temuan ini muncul di tengah retorika yang semakin keras dari politisi Konservatif dan Reformis Inggris, dengan kedua partai tersebut mengusulkan rencana yang dapat menyebabkan ratusan ribu orang yang telah menetap secara sah dideportasi.

Dengan kekuasaan pencabutan hak yang sudah terkonsentrasi di tangan menteri dalam negeri, organisasi-organisasi Muslim khawatir bahwa meningkatnya politik nasionalis dapat berujung pada penyalahgunaan yang meluas.

Baca juga: Israel Setujui Permintaan AS untuk Bayar Biaya Pembersihan Kerusakan di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Jet Militer Pembawa...
Jet Militer Pembawa Menhan Inggris Diduga Dikerjai Rusia, Tiba-tiba Gangguan Sinyal
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Nyaris Tabrakan, Jet...
Nyaris Tabrakan, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata Inggris dalam Jarak 6 Meter
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Ironi Jet Tempur Siluman...
Ironi Jet Tempur Siluman F-35: Diklaim Canggih dan Digdaya di Langit, tapi Karatan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
AS-Iran Saling Gempur...
AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang
Rekomendasi
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Trump Frustrasi pada...
Trump Frustrasi pada Zelensky: Dia Bisa Kehilangan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved