9 Juta Muslim Inggris Bisa Kehilangan Kewarganegaraan, Ini Sebabnya
Jum'at, 12 Desember 2025 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
“Sama seperti undang-undang yang menyebabkan skandal Windrush, tidak ada pengawasan efektif untuk mencegah kekuasaan ini digunakan secara luas,” ujar Begum kepada MEE.
“Kewarganegaraan adalah hak asasi, bukan hak istimewa. Namun, pemerintah berturut-turut memajukan pendekatan dua tingkat terhadap kewarganegaraan, menetapkan preseden berbahaya bahwa kewarganegaraan seseorang dapat dicabut karena perilaku ‘baik’ atau ‘buruk’, tidak peduli berapa generasi keluarga Anda telah tinggal di negara ini,” ungkap dia.
Kementerian Dalam Negeri tidak berkomentar pada saat penulisan.
Tiga dari Lima Orang Kulit Berwarna Berisiko
Analisis oleh Reprieve dan Runnymede menunjukkan: Tiga dari lima orang kulit berwarna dapat dicabut kewarganegaraan Inggrisnya.
Hanya satu dari 20 warga Inggris kulit putih menghadapi risiko yang sama.
Orang-orang dengan warisan yang terkait dengan India (984.000 orang), Pakistan (679.000), dan Bangladesh (bagian dari 3,3 juta warga Inggris keturunan Asia yang berisiko) termasuk di antara kelompok yang paling terdampak.
Mayoritas dari mereka yang dicabut kewarganegaraannya adalah Muslim keturunan Asia Selatan, Timur Tengah, atau Afrika Utara.
Kedua organisasi tersebut mengatakan kesenjangan rasial mencerminkan kegagalan institusional yang menghasilkan skandal Windrush.
Laporan tersebut menambahkan orang-orang kulit berwarna 12 kali lebih berisiko daripada rekan-rekan mereka yang berkulit putih.
“Kewarganegaraan adalah hak asasi, bukan hak istimewa. Namun, pemerintah berturut-turut memajukan pendekatan dua tingkat terhadap kewarganegaraan, menetapkan preseden berbahaya bahwa kewarganegaraan seseorang dapat dicabut karena perilaku ‘baik’ atau ‘buruk’, tidak peduli berapa generasi keluarga Anda telah tinggal di negara ini,” ungkap dia.
Kementerian Dalam Negeri tidak berkomentar pada saat penulisan.
Tiga dari Lima Orang Kulit Berwarna Berisiko
Analisis oleh Reprieve dan Runnymede menunjukkan: Tiga dari lima orang kulit berwarna dapat dicabut kewarganegaraan Inggrisnya.Hanya satu dari 20 warga Inggris kulit putih menghadapi risiko yang sama.
Orang-orang dengan warisan yang terkait dengan India (984.000 orang), Pakistan (679.000), dan Bangladesh (bagian dari 3,3 juta warga Inggris keturunan Asia yang berisiko) termasuk di antara kelompok yang paling terdampak.
Mayoritas dari mereka yang dicabut kewarganegaraannya adalah Muslim keturunan Asia Selatan, Timur Tengah, atau Afrika Utara.
Kedua organisasi tersebut mengatakan kesenjangan rasial mencerminkan kegagalan institusional yang menghasilkan skandal Windrush.
Laporan tersebut menambahkan orang-orang kulit berwarna 12 kali lebih berisiko daripada rekan-rekan mereka yang berkulit putih.
Lihat Juga :