6 Cara China Mempemalukan AS Tanpa Senjata dan Perang pada 2025

Kamis, 11 Desember 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Dan meskipun China masih tertinggal dari pemimpin AS seperti Nvidia dalam chip canggih, negara ini menjadi dominan dalam produksi semikonduktor (digunakan dalam segala hal mulai dari mobil listrik hingga perangkat medis). Ekspor semikonduktor meningkat sebesar 24,7 persen selama periode tersebut.

Kemajuan teknologi China juga telah mendorong industri pembuatan kapal, di mana ekspor meningkat 26,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Meskipun Washington telah menurunkan tarif impor China dalam beberapa bulan terakhir, tarif tersebut tetap tinggi. Bea masuk rata-rata untuk barang-barang Tiongkok saat ini mencapai 37 persen. Karena alasan ini, pengiriman barang China ke AS telah turun 29 persen secara tahunan hingga November.

4. Memindahkan Fasilitas Produksi ke Asia Tenggara

Beberapa perusahaan China telah memindahkan fasilitas produksi mereka ke Asia Tenggara, Meksiko, dan Afrika, sehingga memungkinkan mereka untuk menghindari tarif Trump atas barang-barang yang datang langsung dari Tiongkok. Meskipun demikian, perdagangan secara keseluruhan antara kedua negara tetap menurun.

Sebagai contoh, dalam delapan bulan pertama tahun ini, AS mengimpor barang senilai sekitar USD23 miliar dari Indonesia, peningkatan hampir sepertiga dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Secara umum dipahami bahwa peningkatan ini disebabkan oleh pengalihan barang-barang China melalui Indonesia.

“Peran pengalihan perdagangan dalam mengimbangi dampak negatif dari tarif AS tampaknya masih meningkat,” tulis Zichun Huang, seorang ekonom di Capital Economics, dalam catatan kepada kliennya pada hari Senin. Huang menambahkan bahwa “ekspor ke Vietnam, pusat pengalihan [barang China] utama, terus tumbuh pesat.”

Seiring melambatnya perdagangan dengan AS, China semakin gencar mengembangkan hubungan dengan mitra dagang utama lainnya. Hal ini termasuk peningkatan 15 persen dalam pengiriman barang China ke Uni Eropa, dibandingkan tahun sebelumnya, dan peningkatan 8,2 persen dalam ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara.

5. Mata Uang China yang Lebih Lemah

Alasan lain keberhasilan perdagangan China adalah mata uangnya yang relatif murah dibandingkan mata uang lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Nilai tukar renminbi yang lebih rendah membuat ekspor relatif murah untuk diproduksi, dan impor relatif mahal untuk dikonsumsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Iran Ingatkan AS Patuhi...
Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
Rekomendasi
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
Berita Terkini
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved