6 Cara China Mempemalukan AS Tanpa Senjata dan Perang pada 2025

Kamis, 11 Desember 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
China menerapkan "pengambangan terkendali" pada renminbi – artinya bank sentral melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mempertahankan nilainya terhadap mata uang lain – dengan tujuan menjaga stabilitas harga.

Selama bertahun-tahun, banyak ekonom berpendapat bahwa mata uang China undervalued (nilai tukarnya lebih rendah dari seharusnya). Menurut mereka, hal itu memberikan keunggulan kompetitif bagi eksportir dengan meningkatkan daya tarik produk-produk murah China dengan mengorbankan negara lain, yang menyebabkan ketidakseimbangan perdagangan yang besar.

Memang, dengan mempertimbangkan dinamika inflasi global, nilai tukar efektif riil – ukuran daya saing barang-barang China – sebenarnya berada pada level terlemahnya sejak tahun 2012.

6. China Mendominasi Perdagangan Logam Tanah Jarang

China juga mendominasi perdagangan logam tanah jarang, yang sangat penting untuk pembuatan berbagai macam barang, mulai dari ponsel pintar hingga pesawat tempur.

Dua belas dari 17 logam tanah jarang dalam tabel periodik dapat ditemukan di China, dan negara ini menambang antara 60 persen dan 70 persen dari sumber daya logam tanah jarang dunia. Selain itu, China juga melakukan 90 persen pengolahan logam-logam ini untuk penggunaan komersial.

Sebagai konteks historis, surplus perdagangan barang manufaktur China lebih besar sebagai bagian dari perekonomiannya daripada surplus yang dimiliki AS pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II, ketika sebagian besar negara manufaktur lainnya sedang bangkit dari reruntuhan perang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved