Pesawat Pembom Rusia Bergabung dengan Patroli Udara China, Jepang Marah Besar!

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:31 WIB
loading...
Pesawat Pembom Rusia...
Pesawat pembom Rusia bergabung dengan patroli udara China. Foto/X/@eduinfotech101
A A A
TOKYO - Jepang mengerahkan jet tempur untuk memantau angkatan udara Rusia dan China yang melakukan patroli gabungan di sekitar negara itu. Itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa malam, di tengah meningkatnya ketegangan antara Tokyo dan Beijing.

Dua pesawat pembom strategis Rusia Tu-95 yang mampu membawa senjata nuklir terbang dari Laut Jepang menuju Laut Cina Timur untuk bertemu dengan dua pesawat pembom Cina H-6, dan melakukan "penerbangan gabungan jarak jauh" di Pasifik, kata kementerian tersebut.

Empat jet tempur China J-16 bergabung dengan pesawat pembom tersebut saat mereka melakukan penerbangan pulang pergi antara pulau Okinawa dan Miyako di Jepang, tambahnya. Selat Miyako antara kedua pulau tersebut diklasifikasikan sebagai perairan internasional.

Jepang juga mendeteksi aktivitas angkatan udara Rusia secara bersamaan di Laut Jepang, yang terdiri dari satu pesawat peringatan dini A-50 dan dua jet tempur Su-30, kata kementerian tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu bahwa operasi gabungan Rusia dan Cina "jelas dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan terhadap negara kita, yang merupakan kekhawatiran serius bagi keamanan nasional kita."

Baca Juga: 7 Negara Timur Tengah Paling Siap Perang pada 2025

Pesawat tempur Jepang “menerapkan langkah-langkah identifikasi pertahanan udara secara ketat,” tambah Koizumi.

Kantor berita Rusia melaporkan bahwa penerbangan gabungan Rusia-China di dekat Jepang berlangsung selama delapan jam, mengutip Kementerian Pertahanan Moskow.

Militer Korea Selatan juga mengatakan pada hari Selasa bahwa tujuh pesawat Rusia dan dua pesawat Tiongkok telah memasuki zona pertahanan udaranya.

Jepang mengatakan pada hari Minggu bahwa pesawat tempur yang diluncurkan dari kapal induk Tiongkok mengarahkan radar ke pesawat militer Jepang sehari sebelumnya, sebuah pernyataan yang dibantah Beijing.

Meningkatnya aksi militer Beijing di dekat Jepang mengikuti komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu bahwa Tokyo dapat menanggapi setiap aksi militer China terhadap Taiwan yang juga mengancam keamanan Jepang.

China dan Rusia telah meningkatkan kerja sama militer dalam beberapa tahun terakhir di tempat lain, melakukan operasi gabungan seperti pelatihan anti-rudal di wilayah Rusia dan latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Laut China Selatan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved