Hamas Tawarkan Gencatan Senjata 10 Tahun dan Kubur Senjata Jika Israel Mundur Total dari Gaza

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:05 WIB
loading...
Hamas Tawarkan Gencatan...
Pejuang Hamas berjaga saat penyerahan sandera di Gaza. Foto/anadolu
A A A
GAZA - Hamas memberi tahu para mediator bahwa mereka siap membekukan semua operasi ofensif terhadap Israel dari Gaza hingga satu dekade. Hamas juga siap mengubur senjata-senjatanya jika pasukan Israel menarik diri sepenuhnya dari wilayah kantong tersebut.

Pernyataan itu diungkap seorang pejabat senior Palestina yang mengetahui diskusi tersebut kepada Middle East Eye.

Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas perundingan tersebut, mengatakan tawaran tersebut telah disampaikan kepada mediator Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo pekan lalu.

Tawaran tersebut merupakan apa yang ia gambarkan sebagai langkah substantif Hamas yang bertujuan memberikan momentum bagi fase selanjutnya dari negosiasi gencatan senjata.

"Usulannya jelas," kata pejabat itu. "Hamas menawarkan jaminan tidak akan ada senjata yang ditembakkan dari Gaza terhadap Israel, dan mereka akan melakukannya dengan mengubur senjata-senjata tersebut. Hamas menawarkan untuk menetapkan hudna (istilah yang digunakan dalam tradisi Islam untuk menggambarkan gencatan senjata jangka panjang) selama tujuh hingga sepuluh tahun antara Gaza dan Israel, dan Hamas tidak akan menggunakan senjata-senjata tersebut."

Menurut pejabat tersebut, hudna akan dijamin oleh negara-negara penengah, yang akan bertindak sebagai penjamin kepatuhan.

Ia mengatakan senjata-senjata tersebut akan disembunyikan, dan para mediator akan secara langsung mengawasi komitmen yang dibuat Hamas.

"Selama periode ini, Gaza akan sibuk dengan dirinya sendiri," ujar pejabat tersebut, merujuk pada rekonstruksi dan pemerintahan internal setelah lebih dari dua tahun perang yang menghancurkan, pengungsian, dan pengepungan.

Hamas hingga saat ini menolak menyerahkan senjatanya kecuali di bawah wewenang kepemimpinan yang dipilih secara demokratis dari negara Palestina yang berdaulat penuh.

Gerakan tersebut telah berulang kali menyatakan kampanye bersenjatanya melawan Israel hanya akan berakhir setelah pendudukan tanah Palestina berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved