Gempa M 7,5 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami 3 Meter Dikeluarkan, 23 Orang Terluka
Selasa, 09 Desember 2025 - 07:34 WIB
loading...
Gempa magnitudo 7,5 guncang wilayah Jepang, memicu peringatan tsunami 3 meter. Sebanyak 23 orang terluka. Foto/NDTV
A
A
A
TOKYO - Gempa bumi magnitudo 7,5 telah menggunang Jepang utara pada Senin malam waktu setempat. Guncangan tersebut menyebabkan 23 orang terluka dan peringatan tsunami setinggi 3 meter telah dikeluarkan.
Para pejabat mengatakan tsunami setinggi 70 sentimeter telah muncul di wilayah pesisir Pasifik.
Pemerintah Jepang masih menaksir kerusakan akibat tsunami dan gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 23.15 di Samudra Pasifik sekitar 80 kilometer (50 mil) di lepas pantai Aomori, prefektur paling utara di pulau utama Jepang, Honshu.
Baca Juga: Gempa Besar Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
"Saya belum pernah mengalami guncangan sebesar ini," kata pemilik toko swalayan Nobuo Yamada kepada NHK di kota Hachinohe, prefektur Aomori. Menurutnya, dia masih bersyukur kabel listrik masih beroperasi di wilayahnya.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan tsunami setinggi 70 sentimeter tercatat di Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate, tepat di selatan Aomori, dan tsunami setinggi 50 sentimeter melanda komunitas pesisir lainnya di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran menyatakan 23 orang terluka, termasuk satu orang yang mengalami luka serius. Sebagian besar korban tertimpa benda jatuh.
Laporan NHKpada Selasa (9/12/2025) menambahkan bahwa beberapa orang terluka di sebuah hotel di Hachinohe dan seorang pria di Tohoku mengalami luka ringan ketika mobilnya jatuh ke dalam lubang.
Badan Meteorologi melaporkan magnitudo gempa sebesar 7,5, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 7,6. Badan ini mengeluarkan peringatan potensi tsunami hingga 3 meter (10 kaki) di beberapa wilayah dan kemudian menurunkan statusnya menjadi siaga.
Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mendesak warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau mencari perlindungan hingga peringatan tsunami dicabut. Dia mengatakan sekitar 800 rumah tanpa listrik, dan kereta peluru Shinkansen serta beberapa jalur lokal dihentikan sementara di beberapa wilayah.
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah tersebut sedang melakukan pemeriksaan keamanan, kata Kihara.
Otoritas Regulasi Nuklir (NRA) menyatakan sekitar 450 liter (118 galon) air tumpah dari area pendingin bahan bakar bekas di pabrik pemrosesan ulang bahan bakar Rokkasho di Aomori, tetapi ketinggian airnya masih dalam kisaran normal dan tidak ada masalah keamanan.
Sekitar 480 warga berlindung di Pangkalan Udara Hachinohe, dan 18 helikopter pertahanan dikerahkan untuk melakukan penilaian kerusakan, kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi.
Sekitar 200 penumpang telantar semalaman di Bandara New Chitose di Hokkaido.
Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari mendatang. Disebutkan bahwa terdapat sedikit peningkatan risiko gempa magnitudo 8 dan kemungkinan tsunami yang terjadi di sepanjang pantai timur laut Jepang, dari Chiba, tepat di sebelah timur Tokyo, hingga Hokkaido.
Badan tersebut mengimbau warga di 182 kotamadya di wilayah itu untuk memantau kesiapsiagaan darurat mereka dalam beberapa pekan ke depan.
Satoshi Kato, wakil kepala sekolah menengah negeri di Hachinohe, mengatakan kepada NHK bahwa dia ada di rumah ketika gempa terjadi, dan gelas serta mangkuk berjatuhan dan pecah berkeping-keping di lantai.
Kato mengatakan dia berkendara ke sekolah tersebut karena sekolah tersebut ditetapkan sebagai pusat evakuasi, dan dalam perjalanan dia mengalami kemacetan lalu lintas dan kecelakaan mobil karena orang-orang yang panik mencoba melarikan diri. Menurutnya, belum ada yang datang ke sekolah untuk berlindung.
Perdana Menteri Sanae Takaichi, dalam komentar singkat kepada wartawan, mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk segera menilai tingkat kerusakan.
"Kami mengutamakan nyawa orang-orang dan melakukan segala yang kami bisa," ujarnya.
Kemudian, dia mengimbau warga di wilayah tersebut untuk memperhatikan informasi terbaru dari pemerintah daerah setempat. "Harap bersiap agar Anda dapat segera mengungsi begitu merasakan getaran," paparnya.
Gempa tersebut terjadi sekitar 80 kilometer (50 mil) timur laut Hachinohe, dan sekitar 50 kilometer (30 mil) di bawah permukaan laut.
Letaknya di sebelah utara pantai Jepang yang mengalami gempa magnitudo 9,0 dan tsunami pada tahun 2011 yang menewaskan hampir 20.000 orang.
Para pejabat mengatakan tsunami setinggi 70 sentimeter telah muncul di wilayah pesisir Pasifik.
Pemerintah Jepang masih menaksir kerusakan akibat tsunami dan gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 23.15 di Samudra Pasifik sekitar 80 kilometer (50 mil) di lepas pantai Aomori, prefektur paling utara di pulau utama Jepang, Honshu.
Baca Juga: Gempa Besar Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
"Saya belum pernah mengalami guncangan sebesar ini," kata pemilik toko swalayan Nobuo Yamada kepada NHK di kota Hachinohe, prefektur Aomori. Menurutnya, dia masih bersyukur kabel listrik masih beroperasi di wilayahnya.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan tsunami setinggi 70 sentimeter tercatat di Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate, tepat di selatan Aomori, dan tsunami setinggi 50 sentimeter melanda komunitas pesisir lainnya di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran menyatakan 23 orang terluka, termasuk satu orang yang mengalami luka serius. Sebagian besar korban tertimpa benda jatuh.
Laporan NHKpada Selasa (9/12/2025) menambahkan bahwa beberapa orang terluka di sebuah hotel di Hachinohe dan seorang pria di Tohoku mengalami luka ringan ketika mobilnya jatuh ke dalam lubang.
Badan Meteorologi melaporkan magnitudo gempa sebesar 7,5, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 7,6. Badan ini mengeluarkan peringatan potensi tsunami hingga 3 meter (10 kaki) di beberapa wilayah dan kemudian menurunkan statusnya menjadi siaga.
Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mendesak warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau mencari perlindungan hingga peringatan tsunami dicabut. Dia mengatakan sekitar 800 rumah tanpa listrik, dan kereta peluru Shinkansen serta beberapa jalur lokal dihentikan sementara di beberapa wilayah.
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah tersebut sedang melakukan pemeriksaan keamanan, kata Kihara.
Otoritas Regulasi Nuklir (NRA) menyatakan sekitar 450 liter (118 galon) air tumpah dari area pendingin bahan bakar bekas di pabrik pemrosesan ulang bahan bakar Rokkasho di Aomori, tetapi ketinggian airnya masih dalam kisaran normal dan tidak ada masalah keamanan.
Sekitar 480 warga berlindung di Pangkalan Udara Hachinohe, dan 18 helikopter pertahanan dikerahkan untuk melakukan penilaian kerusakan, kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi.
Sekitar 200 penumpang telantar semalaman di Bandara New Chitose di Hokkaido.
Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari mendatang. Disebutkan bahwa terdapat sedikit peningkatan risiko gempa magnitudo 8 dan kemungkinan tsunami yang terjadi di sepanjang pantai timur laut Jepang, dari Chiba, tepat di sebelah timur Tokyo, hingga Hokkaido.
Badan tersebut mengimbau warga di 182 kotamadya di wilayah itu untuk memantau kesiapsiagaan darurat mereka dalam beberapa pekan ke depan.
Satoshi Kato, wakil kepala sekolah menengah negeri di Hachinohe, mengatakan kepada NHK bahwa dia ada di rumah ketika gempa terjadi, dan gelas serta mangkuk berjatuhan dan pecah berkeping-keping di lantai.
Kato mengatakan dia berkendara ke sekolah tersebut karena sekolah tersebut ditetapkan sebagai pusat evakuasi, dan dalam perjalanan dia mengalami kemacetan lalu lintas dan kecelakaan mobil karena orang-orang yang panik mencoba melarikan diri. Menurutnya, belum ada yang datang ke sekolah untuk berlindung.
Perdana Menteri Sanae Takaichi, dalam komentar singkat kepada wartawan, mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk segera menilai tingkat kerusakan.
"Kami mengutamakan nyawa orang-orang dan melakukan segala yang kami bisa," ujarnya.
Kemudian, dia mengimbau warga di wilayah tersebut untuk memperhatikan informasi terbaru dari pemerintah daerah setempat. "Harap bersiap agar Anda dapat segera mengungsi begitu merasakan getaran," paparnya.
Gempa tersebut terjadi sekitar 80 kilometer (50 mil) timur laut Hachinohe, dan sekitar 50 kilometer (30 mil) di bawah permukaan laut.
Letaknya di sebelah utara pantai Jepang yang mengalami gempa magnitudo 9,0 dan tsunami pada tahun 2011 yang menewaskan hampir 20.000 orang.
(mas)
Lihat Juga :