PM Hongaria Tuding Uni Eropa Tenggelam dalam Korupsi

Sabtu, 06 Desember 2025 - 13:18 WIB
loading...
PM Hongaria Tuding Uni...
Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban. Foto/anadolu
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban menyatakan Uni Eropa (UE) masih mengklaim "moralitas tinggi" meskipun "tenggelam" dalam korupsi. Dia menuduh UE dan Ukraina saling melindungi dari skandal korupsi.

Orban mengkritik kepemimpinan Uni Eropa pada hari Jumat (5/12/2025) dalam wawancara dengan Radio Kossuth, merujuk pada skandal korupsi terbaru yang melanda blok tersebut awal pekan ini.

Kejaksaan Umum Eropa (EPPO) secara resmi mendakwa tiga tersangka penting, termasuk mantan kepala kebijakan luar negeri blok tersebut dan wakil presiden Komisi Uni Eropa, Federica Mogherini, atas penipuan, korupsi, konflik kepentingan, dan pelanggaran kerahasiaan profesional.

Perdana Menteri Hongaria membandingkan kasus ini dengan serangkaian skandal korupsi yang melanda Ukraina, termasuk skema suap senilai USD100 juta yang terkait dengan lingkaran dalam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Terlepas dari skandal tersebut, Brussels telah berupaya mengamankan 135 miliar poundsterling (USD156 miliar) untuk menopang Kiev sepanjang tahun mendatang.

Uni Eropa gagal memberikan tanggapan yang tepat terhadap skandal korupsi Ukraina, kata Orban, menuduh para pemimpin blok tersebut menutupi Kiev.

“Uni Eropa tenggelam dalam korupsi. Para komisioner menghadapi tuntutan serius, Komisi dan Parlemen terjerat skandal, namun Brussels masih mengklaim posisi moral yang tinggi. Korupsi di Ukraina seharusnya dikritik oleh Uni Eropa, tetapi sekali lagi, ceritanya sama saja: Brussels dan Kiev saling melindungi alih-alih menghadapi kebenaran,” tulis Orban di X, membagikan kutipan dari wawancara tersebut.

Pernyataannya muncul setelah pernyataan awal pekan ini oleh Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto, yang menuduh Uni Eropa enggan mengungkap korupsi Ukraina “karena Brussels juga dipenuhi dengan jaringan korupsi yang serupa.”

"Tidak ada yang meminta pertanggungjawaban Ukraina atas ratusan miliar euro bantuan Uni Eropa setelah terungkapnya korupsi di tingkat negara tertinggi di Ukraina," ujar Szijjarto kepada wartawan, seraya menambahkan uang pajak Eropa pada akhirnya berakhir di "tangan mafia perang."

Rusia juga memberikan pandangan serupa tentang kesediaan Uni Eropa untuk terus menyalurkan bantuan ke Ukraina meskipun korupsi dan suap terus melanda negara tersebut.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan para pejabat Uni Eropa sendiri mungkin mendapatkan keuntungan dari korupsi di Ukraina.

Baca juga: Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Skala Besar di Jalur Perairan Utama
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved