Terungkap, Kapal Perang AS Tembak Jatuh Jet Tempur F/A-18 Amerika karena Dikira Rudal Houthi

Jum'at, 05 Desember 2025 - 11:47 WIB
loading...
Terungkap, Kapal Perang...
Laporan investigasi militer ungkap kapal perang Amerika Serikat tembak jatuh jet tempur F/A-18 Super Hornet di atas Laut Merah karena dikira rudal Houthi Yaman. Foto/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Laporan investigasi militer Amerika Serikat (AS) mengungkap kapal perang Amerika menembak jatuh sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet di atas Laut Merah pada akhir 2024 karena operator kapal mengira pesawat itu sebagai rudal yang ditembakkan kelompok Houthi Yaman. Laporan tersebut dirilis hari Kamis.

Ada dua jet tempur Super Hornet yang ditembaki kapal perang USS Gettysburg saat itu, dengan satu di antaranya terkena tembakan.

Seorang pilot Angkatan Laut AS yang jet tempurnya secara keliru ditembak jatuh tersebut mengatakan kepada para penyelidik bahwa dia melihat apa yang dia gambarkan sebagai "nyawanya" berkelebat di depan matanya sebelum dia melontarkan diri dari pesawat naas itu.

Baca Juga: 4 Drone Misterius Nyaris Tabrak Pesawat Presiden Ukraina Zelensky di Langit Irlandia

Laporan investigasi juga mengungkap bahwa kapal perang itu juga menargetkan pesawat ketiga dalam insiden "friendly-fire", tetapi operator tidak jadi menarik pelatuknya.

USS Gettysburg dan kapal perang lainnya saat itu berada dalam gugus tempur yang dipimpin oleh kapal induk USS Harry S Truman. Kapal-kapal itu dikerahkan pada September 2024 dan memasuki Laut Merah tiga bulan kemudian untuk mengambil alih operasi tempur Angkatan Laut melawan Houthi yang didukung Iran, yang pada saat itu telah menyerang jalur pelayaran utama selama hampir satu tahun.

Insiden mengerikan itu tepatnya terjadi pada 22 Desember, hanya tujuh hari setelah kapal-kapal Amerika memasuki Laut Merah. Kedua penerbang jet tempur Super Hornt, yakni pilot dan perwira persenjataan, berhasil melontarkan diri dengan selamat dari pesawat tempur senilai sekitar USD60 juta tersebut.

Laporan itu menyatakan saat rudal permukaan-ke-udara pertama melesat ke atas dari tabung rudal USS Gettyburg, pilot dan perwira persenjataan jet pertama berasumsi bahwa senjata tersebut sedang mengejar pesawat nirawak Houthi yang tidak mereka temukan.

Mereka menyaksikan rudal itu melesat naik dan kemudian tiba-tiba berubah arah. Saat senjata itu melesat ke arah mereka, tidak ada pilihan lain selain melontarkan diri tepat sebelum rudal menghantam pesawat.

Di momen yang kacau itu, USS Gettysburg menembakkan rudal lain ke jet tempur Amerika kedua. Para penerbang di dalamnya mengeluarkan beberapa panggilan darurat. Arah rudal pun diakali.

Seorang komandan helikopter Angkatan Laut yang menyaksikan insiden tersebut mengatakan kepada para penyelidik bahwa krunya melihat rudal di atas kepala dan melihatnya menyala. Dia dan kru mengatakan tidak ada peringatan sebelum tembakan dilepaskan.

Mengenai penyebab insiden ini, investigasi komando menunjukkan serangkaian kegagalan, mulai dari kekurangan dalam proses perencanaan hingga kekurangan dalam sistem tempur USS Gettysburg, dan mencatat bahwa kelelahan kru mungkin berperan.

Pada awal penempatan, lanjut laporan investigasi, Angkatan Laut mengidentifikasi "degradasi signifikan" dalam sistem interoperabilitas inti USS Gettysburg. Masalah yang dihadapi meliputi manajemen jaringan, pengawasan dan pelaporan pelacakan, identifikasi, pelacakan bersama, keterlibatan misi, dan koordinasi persenjataan.

Selama tiga bulan pertama penempatan, USS Gettysburg dan USS Harry S Truman sering terpisah. Kapal penjelajah tersebut telah menangkis rudal dan drone Houthi sesaat sebelum insiden "friendly-fire", dan tampaknya terdapat kebingungan mengenai apakah ancaman tersebut telah berakhir.

Meskipun demikian, investigasi menilai keputusan untuk menembak adalah salah jika diukur dari keseluruhan informasi yang tersedia bagi komando USS Gettysburg.

Kapten kapal USS Gettysburg memiliki kesadaran situasional yang rendah, dan tim pusat informasi tempurnya tidak dapat membantunya memulihkannya, menurut laporan investigasi.

Insiden penembakan jatuh ini bukanlah satu-satunya insiden "friendly-fire" dalam pertempuran Laut Merah, meskipun merupakan yang paling serius. Sebelumnya dalam konflik Laut Merah, pada Februari 2024, sebuah kapal perang Jerman secara tidak sengaja menargetkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS, tetapi rudal tersebut tidak pernah mencapainya karena sistem radar kapal perang tersebut mengalami kerusakan teknis.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Jim Kilby, mengatakan, "Angkatan Laut berkomitmen untuk menjadi organisasi pembelajar."

"Investigasi ini memperkuat kebutuhan untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia kami guna memastikan kami mengirimkan pasukan siap tempur kepada para komandan operasional," imbuh dia, seperti dikutip Business Insider, Jumat (5/12/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved