Terungkap, Kapal Perang AS Tembak Jatuh Jet Tempur F/A-18 Amerika karena Dikira Rudal Houthi
Jum'at, 05 Desember 2025 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun demikian, investigasi menilai keputusan untuk menembak adalah salah jika diukur dari keseluruhan informasi yang tersedia bagi komando USS Gettysburg.
Kapten kapal USS Gettysburg memiliki kesadaran situasional yang rendah, dan tim pusat informasi tempurnya tidak dapat membantunya memulihkannya, menurut laporan investigasi.
Insiden penembakan jatuh ini bukanlah satu-satunya insiden "friendly-fire" dalam pertempuran Laut Merah, meskipun merupakan yang paling serius. Sebelumnya dalam konflik Laut Merah, pada Februari 2024, sebuah kapal perang Jerman secara tidak sengaja menargetkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS, tetapi rudal tersebut tidak pernah mencapainya karena sistem radar kapal perang tersebut mengalami kerusakan teknis.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Jim Kilby, mengatakan, "Angkatan Laut berkomitmen untuk menjadi organisasi pembelajar."
"Investigasi ini memperkuat kebutuhan untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia kami guna memastikan kami mengirimkan pasukan siap tempur kepada para komandan operasional," imbuh dia, seperti dikutip Business Insider, Jumat (5/12/2025).
Kapten kapal USS Gettysburg memiliki kesadaran situasional yang rendah, dan tim pusat informasi tempurnya tidak dapat membantunya memulihkannya, menurut laporan investigasi.
Insiden penembakan jatuh ini bukanlah satu-satunya insiden "friendly-fire" dalam pertempuran Laut Merah, meskipun merupakan yang paling serius. Sebelumnya dalam konflik Laut Merah, pada Februari 2024, sebuah kapal perang Jerman secara tidak sengaja menargetkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS, tetapi rudal tersebut tidak pernah mencapainya karena sistem radar kapal perang tersebut mengalami kerusakan teknis.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Jim Kilby, mengatakan, "Angkatan Laut berkomitmen untuk menjadi organisasi pembelajar."
"Investigasi ini memperkuat kebutuhan untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia kami guna memastikan kami mengirimkan pasukan siap tempur kepada para komandan operasional," imbuh dia, seperti dikutip Business Insider, Jumat (5/12/2025).
(mas)
Lihat Juga :