Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!

Jum'at, 05 Desember 2025 - 10:57 WIB
loading...
A A A
"Inggris akan selalu menentang rezim brutal Putin dan mengecam mesin pembunuhnya apa adanya," kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Insiden serangan racun di Salisbury memicu aksi saling usir diplomat Rusia-Barat terbesar sejak Perang Dingin, dan hubungan antara Moskow dan London semakin memburuk sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, dengan Inggris memberikan bantuan militer dalam jumlah besar ke Kyiv.

Dua orang Rusia yang dituduh oleh Inggris melakukan peracunan kemudian muncul di televisi Rusia untuk menyangkal keterlibatan, dengan mengatakan bahwa mereka adalah turis tak bersalah yang mengunjungi kota tersebut. Ketiga tersangka yang diadili secara in absentia membantah terlibat.

Hughes mengatakan Rusia memiliki selera risiko yang meningkat, mengutip aneksasi Crimea dan jatuhnya pesawat penumpang Malaysia Airlines—keduanya pada tahun 2014—, dan mengatakan serangan itu diperkirakan akan menjadi demonstrasi nyata kekuatan Rusia.

"Serangan terhadap Sergei Skripal oleh Rusia, tampaknya jelas, tidak dirancang semata-mata sebagai balas dendam, melainkan merupakan pernyataan publik, baik untuk konsumsi internasional maupun domestik, bahwa Rusia akan bertindak tegas demi kepentingannya sendiri," imbuh laporan penyelidikan tersebut.

Meskipun Putin sebelumnya telah mengecam Skripal sebagai pengkhianat, penyelidikan tersebut menyatakan tidak ada indikasi bahwa agen ganda tersebut berada dalam bahaya besar atau bahwa tindakan lebih lanjut dapat dilakukan untuk melindunginya.

Laporan hari Kamis tersebut merupakan investigasi besar kedua yang menyalahkan Putin atas serangan di wilayah Inggris terhadap orang-orang yang dianggapnya sebagai musuh.

Sebuah penyelidikan pada tahun 2016 menyimpulkan bahwa Putin kemungkinan telah memerintahkan pembunuhan Alexander Litvinenko, seorang pembangkang Rusia dan mantan agen dinas keamanan FSB, di London, dengan menggunakan polonium-210 radioaktif.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved