Mulai Mewujudkan Israel Raya, PM Netanyahu Bangun Zona Penyangga di Suriah

Rabu, 03 Desember 2025 - 18:17 WIB
loading...
Mulai Mewujudkan Israel...
PM Israel Benjamin Netanyahu bangun zona penyangga di Suriah untuk mewujudkan Israel Raya. Foto/X/@HalaJaber
A A A
GAZA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meningkatkan tuntutan teritorial di Suriah, menyerukan pembentukan "zona penyangga" demiliterisasi wajib yang membentang dari pinggiran Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel hingga pinggiran ibu kota Damaskus. Itu dianggap sebagai langkah Netanyahu mewujudkan Israel Raya.

Netanyahu mengeluarkan tuntutan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantornya pada hari Selasa, yang disampaikan setelah mengunjungi pasukan Israel yang terluka dalam serangan baru-baru ini ke wilayah Suriah.

Serangan tersebut menargetkan kota Beit Jinn, tempat media Suriah melaporkan setidaknya 13 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas. Rezim Israel mengklaim operasi tersebut ditujukan kepada "pejuang," tetapi tidak memberikan bukti terverifikasi terkait identitas mereka yang tewas.

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa zona tersebut harus mencakup akses ke Gunung Hermon, termasuk puncaknya, dan membingkai perluasan kendali militer Israel sebagai "prinsip keamanan" yang tidak dapat dinegosiasikan.

Ia berkata, "Kami menguasai wilayah ini untuk memastikan" "keamanan" para pemukim ilegal rezim tersebut. Dia menambahkan bahwa setiap perjanjian dengan Suriah akan mengharuskan Suriah menerima persyaratan Tel Aviv.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan komentar Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka menyatakan bahwa rezim harus "menjaga dialog yang kuat dan jujur dengan Suriah" dan memperingatkan terhadap langkah-langkah yang dapat "mengganggu perkembangan Suriah," tanpa membahas operasi darat rezim yang berkelanjutan di dalam negeri.

Para pengamat menilai pernyataan terakhir tersebut hanya basa-basi belaka terkait isu integritas teritorial Suriah. Mereka mengutip dukungan langsung Washington yang tak henti-hentinya terhadap serangan dan kekejaman regional rezim tersebut.

Sejak akhir 2024, setelah jatuhnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dalam serangan yang didukung Israel yang melanda Suriah, pasukan Israel telah maju ke Area Pemisahan yang ditetapkan PBB yang dibentuk pada tahun 1974 setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB.

Zona seluas 235 kilometer persegi ini awalnya dimaksudkan sebagai wilayah netral untuk mencegah eskalasi, yang dipatroli oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.

Baca Juga: Politikus Muslim Ini Kecam Trump yang Sebut Imigran Somalia sebagai Sampah

Sebagian besar negara masih menolak aneksasi Tel Aviv atas Dataran Tinggi Golan yang lebih luas, yang direbut pada tahun 1967.

Rezim tersebut menuduh bahwa beberapa serangannya yang lebih dalam di wilayah Suriah dimaksudkan untuk membela minoritas Druze, sebuah klaim yang ditanggapi skeptis oleh para analis independen, yang mencatat bahwa militer Israel secara bersamaan telah mengebom infrastruktur sipil dan target politik jauh dari garis depan sektarian yang terverifikasi. Druze sendiri juga menolak "perlindungan Israel."

Trump telah menyambut pemimpin baru Suriah, Abu Mohammad Jolani, mantan komandan Daesh dan al-Qaeda, yang naik ke tampuk kekuasaan berkat upaya militer yang didukung Israel. Ia telah menjamunya di Gedung Putih.

Trump sebelumnya dihormati oleh Tel Aviv dengan "Trump Heights," sebuah permukiman ilegal yang dibangun di atas tanah yang diduduki.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved