Trump Hina Para Imigran Somalia dengan Sebutan Sampah

Rabu, 03 Desember 2025 - 11:26 WIB
loading...
Trump Hina Para Imigran...
Presiden AS Donald Trump dan Anggota Kongres Ilhan Omar. Foto/times of india
A A A
WASHINGTON - Pada rapat kabinet terakhirnya yang disiarkan televisi tahun ini, yang berlangsung lebih dari dua jam pada hari Selasa (2/12/2025), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan amarahnya terhadap imigran Somalia, sekaligus terhadap satu-satunya anggota Kongres keturunan Somalia-Amerika, atas apa yang ia sebut sebagai pengambilalihan negara bagian Minnesota.

"Mereka datang dari neraka, dan mereka mengeluh dan tidak melakukan apa pun selain menggerutu. Kita tidak menginginkan mereka di negara kita. Biarkan mereka kembali ke tempat asal mereka dan memperbaikinya," katanya kepada para wartawan.

"Saya tidak menginginkan mereka di negara kita. Saya akan jujur kepada Anda, oke? Seseorang berkata, 'Oh, itu tidak benar secara politis.' Saya tidak peduli. Saya tidak menginginkan mereka di negara kita. Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka bau, dan kita tidak menginginkan mereka di negara kita. Saya juga bisa mengatakan hal yang sama tentang negara lain," tambah presiden.

Komentar tersebut menanggapi pertanyaan tentang apakah Trump menganggap gubernur Minnesota dan mantan calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Tim Walz, harus mengundurkan diri karena program pembayaran era Covid yang, menurut Departemen Kehakiman, telah ditipu secara besar-besaran oleh sejumlah besar warga Somalia.

Segera setelah rapat kabinet, anggota Dewan Kota Minneapolis keturunan Somalia-Amerika, Jamal Osman, didampingi para pejabat kota, termasuk penegak hukum dan wali kota, berbicara kepada para wartawan.

“Presiden kami rasis, xenofobia, Islamofobia, dan kami akan melawannya,” tegas dia. “Komunitas kami telah hidup dalam ketakutan di masa lalu… Kami akan tetap mendapatkan informasi, kami akan tetap aman, dan kami akan saling mendukung.”

The New York Times melaporkan "banyak orang meraup keuntungan kecil" dengan mendirikan perusahaan yang menagih badan-badan negara "untuk layanan sosial senilai jutaan dolar yang tidak pernah diberikan".

Hampir 80 orang kini telah didakwa atau dihukum, menurut Departemen Kehakiman, seiring mereka terus menyelidiki apa yang digambarkannya sebagai tiga rencana terpisah yang totalnya telah dicuri sebesar USD1 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved