Bukan Lagi Aliansi Sejati, Mengapa AS Menganggap Eropa Tidak Penting?

Selasa, 02 Desember 2025 - 12:13 WIB
loading...
Bukan Lagi Aliansi Sejati,...
Bukan lagi aliansi sejati, AS menganggap Eropa tidak penting. Foto/X
A A A
LONDON - Mantan komandan Angkatan Darat AS di Eropa , Jenderal Ben Hodges, memperingatkan bahwa benua itu "perlahan-lahan menyadari" bahwa mereka tidak dapat mengandalkan AS sebagai mitra yang adil.

"Amerika Serikat benar-benar menganggap Eropa tidak penting, kecuali mungkin untuk beberapa tujuan bisnis," ujar Hodges kepada Euronews dalam program Europe Today.

Bukan Lagi Aliansi Sejati, Mengapa AS Menganggap Eropa Tidak Penting?

1. Perang Adalah Kesepakatan Dagang

Menurutnya, pendekatan pemerintah AS terhadap konflik ini "sudah hancur sejak awal" karena mereka memperlakukan perang ini seperti "kesepakatan real estat besar-besaran".

Hodges merujuk pada pengungkapan terbaru yang melibatkan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, dan Jared Kushner, menantu Trump, sebagai bukti bahwa kepentingan utama Washington adalah "berurusan dengan Rusia setelah semua ini selesai".

Baca Juga: 20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina

2. Rusia Jadi Masalah bagi Eropa

"Jika ini berjalan sesuai keinginan Witkoff dan Jared Kushner dengan Rusia, (ini) akan menjadi masalah besar bagi Eropa", ujarnya, memperingatkan jutaan pengungsi lainnya jika Ukraina dipaksa untuk menerima kesepakatan yang tidak memuaskan.

Pergeseran prioritas ini terungkap minggu ini ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan melewatkan pertemuan penting NATO di Brussels.

"Ini memang tidak biasa, tetapi itulah bagian dari masalahnya," ujar Hodges, seraya menambahkan bahwa dalam daftar prioritas pemerintahan saat ini, "Eropa berada di urutan keempat" setelah belahan bumi barat, Indo-Pasifik, dan Timur Tengah.

3. Rusia Hanya Menduduki 20 Persen Wilayah Ukraina

Meskipun prospeknya suram, sang jenderal menegaskan bahwa situasinya bukannya tanpa harapan. Ia menolak anggapan bahwa Ukraina sedang kalah, dengan menyatakan bahwa setelah 11 tahun perang, Rusia hanya menduduki 20% wilayah negara itu dan sebagian ekonominya "dalam masalah besar".

Menurut Hodges, "Ukraina dan Eropa bersama-sama" memiliki industri, kekayaan, dan populasi yang cukup untuk menghentikan Rusia.

"Tidak ada alasan bagi Eropa, termasuk Ukraina, untuk tidak dapat menghentikan Rusia," ujarnya. "Yang kurang dari mereka adalah kepercayaan diri dan kemauan politik."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved