Drone Terus Berkembang, Apakah Kapal Selam Masih Relevan untuk Perang?

Selasa, 02 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Namun, kapal selam dan kapal permukaan yang lebih kecil dapat menggunakan taktik tabrak lari untuk menimbulkan kerusakan serius pada pasukan penyerang. Idealnya, Taiwan lebih suka memiliki armada yang mampu mencegah Beijing dari upaya apa pun sejak awal, tetapi pencegahan membutuhkan kredibilitas. Uang yang dihabiskan untuk armada kapal selam yang mencegah invasi akan menjadi keuntungan dalam jangka panjang.

3. Mengganggu Jalur Pasokan

Masa kawanan serigala Jerman yang mengintai kapal-kapal Inggris di Atlantik sudah lama berlalu, tetapi konsepnya masih layak dalam konflik modern. Menyerang kapal pasokan merupakan area abu-abu secara hukum dan moral, tetapi efektivitas Jerman di Atlantik atau Amerika di Pasifik hampir tidak diragukan lagi.

Ada beberapa titik sempit perdagangan di mana kapal selam dapat menghancurkan perdagangan global. Lebih dari 50% pelayaran internasional hanya melewati empat area utama di dunia. Demikian pula, tujuh dari sepuluh pelabuhan tersibuk di dunia berada di Tiongkok. Tidak sulit untuk membayangkan apa yang dapat dilakukan armada kapal selam dalam konflik modern.

Baca Juga: Sejak Kapan Tentara Pakai Motif Loreng? Jawabannya Bikin Kaget!

4. Memiliki Jangkauan Lebih Luas

Melansir 247wallst, kapal selam serang bertenaga nuklir memiliki jangkauan yang jauh lebih luas daripada kapal diesel-listrik yang lebih murah. Angkatan Laut Amerika Serikat memiliki armada kapal selam bertenaga nuklir penuh, karena kapal selamnya perlu beroperasi jauh di luar perairan dalam negeri. Negara-negara lain dapat bertahan dengan kombinasi keduanya. Amerika Serikat secara bertahap menghentikan kapal selam kelas Ohio dan Los Angeles yang lebih tua untuk generasi berikutnya. Kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia berharga sekitar $4,5 miliar per unit.

Masalah lainnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk membangun kapal selam modern dan keterbatasan basis industri yang dimiliki sebagian besar negara. Amerika Serikat hanya dapat memproduksi 1,2 kapal selam per tahun, dan akan membutuhkan waktu lima tahun lagi untuk membangun dua kapal selam per tahun.

Tiongkok dengan cepat melampaui Amerika Serikat, menambahkan 4,5-6 kapal selam ke armadanya per tahun. Meskipun kapal selam sangat penting dalam kedua perang dunia, kapal selam hampir tidak pernah digunakan untuk melawan kapal musuh sejak 1945. Hingga saat ini, hanya satu kapal selam bertenaga nuklir yang pernah menenggelamkan kapal musuh – HMS Conqueror menenggelamkan ARA Belgrano pada tahun 1982.

5. Teknologi yang Terus Berkembang

Sonar adalah cara utama kapal selam dideteksi saat ini, tetapi mungkin akan berubah pada pertengahan abad ke-21. Tiongkok meluncurkan Proyek Gualan ("mengawasi gelombang besar"), sebuah skema untuk menggunakan laser udara guna menerangi hingga 500 m di bawah permukaan laut. Tujuan utamanya adalah membangun satelit yang pada dasarnya dapat membuat lautan transparan. Amerika Serikat sedang menjalani uji coba serupa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Langka! AS Bocorkan...
Langka! AS Bocorkan Lokasi Kapal Selam Nuklirnya di Gibraltar, Diduga untuk Gertak Iran
Pakistan Luncurkan Kapal...
Pakistan Luncurkan Kapal Selam Hangor Buatan China Pertama, India Waspada
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved