Drone Terus Berkembang, Apakah Kapal Selam Masih Relevan untuk Perang?

Selasa, 02 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Jika berhasil, teknologi-teknologi baru ini, yang masih jauh dari layak, dapat secara drastis mengubah gambaran strategis saat ini. Sebuah studi tahun 2020 dari Australian National University menyimpulkan bahwa ada kemungkinan 80% lautan akan menjadi transparan. Selain itu, sebuah artikel di Guardian menyatakan, "kemungkinan lautan akan menjadi cukup transparan ... pada dasarnya adalah 100%." Meskipun terdapat ketidakpastian yang diakui, jika hari itu tiba, kapal selam akan menjadi usang.

6. Kendaraan Bawah Air Nirawak Tak Akan Gantikan Kapal Selam

Drone cenderung dianggap sebagai kendaraan udara, tetapi drone laut juga merupakan aspek peperangan yang berkembang pesat. Kendaraan bawah air nirawak sudah digunakan dalam pertempuran, dan mereka merupakan ancaman eksistensial bagi kapal selam dalam dua hal. Pertama, mereka dapat melakukan operasi anti-kapal yang sama tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Kedua, drone murah ini dapat digunakan pada kapal selam itu sendiri. Drone bawah air satu arah yang harganya hanya USD250.000 dapat menenggelamkan kapal selam nuklir senilai USD4,5 miliar.

Houthi telah mulai menggunakan UUV dalam serangan mereka terhadap kapal-kapal di Laut Merah, menambah lapisan baru ancaman berbiaya rendah yang jauh lebih mahal untuk dilawan. Antusiasme Iran terhadap drone udara juga terlihat jelas di bawah laut. Teheran meluncurkan torpedo jelajah pada tahun 2022. Korea Utara diduga menguji coba drone bawah air, Haeil-5-23, yang tampaknya mampu mengerahkan hulu ledak nuklir awal tahun ini. Rusia mengklaim memiliki senjata serupa, Poseidon, sebuah drone otonom bersenjata nuklir.

Ukraina telah menggunakan drone udara dan laut dalam serangannya terhadap Sevastopol dan Armada Laut Hitam Rusia. Pada tahun 2023, Ukraina meluncurkan drone bawah air kecil, Toloka TLK-150. Amerika Serikat sedang mengembangkan jajaran UUV-nya sendiri. Pada tahun 2024, Unit Inovasi Pertahanan memilih Dive LD, sebuah platform yang diakuisisi oleh Anduril, untuk mengembangkan kemampuan bawah laut otonomnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved