Deretan Pemimpin Dunia dengan Skandal Ijazah Palsu, Putin Pun Kena
Selasa, 02 Desember 2025 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Skandal itu menjatuhkan Guttenberg—yang kala itu disebut-sebut sebagai penerus Kanselir Angela Merkel—dan memberinya julukan “Googleberg”.
Dia akhirnya mundur dari jabatan menteri, tetapi kemudian mendapatkan posisi kehormatan di lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC.
Mantan Perdana Menteri (PM) Rumania Victor Ponta tersandung kasus plagiarisme ketika masih aktif menjabat. Dia awalnya membantah semua tuduhan plagiarisme ketika kasusnya mengemuka pada 2012.
Dia saat itu berdalih hanya menempatkan kutipan di bagian bibliografi, bukan di catatan kaki tiap halaman karya tulisnya.
Namun setelah serangkaian skandal dan kasus hukum memaksanya mundur pada 2015, Ponta mengakui telah menjiplak lebih dari setengah disertasinya tahun 2004 tentang Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Dia kemudian menulis kepada Rektor Universitas Bucharest untuk mencabut gelarnya.
Berbeda dengan Guttenberg dan Ponta, Presiden Rusia Vladimir Putin bersikap lebih keras kepala. Tuduhan pertama muncul pada 2006 ketika lembaga Brookings Institution menemukan 16 halaman dari disertasi doktor Putin tahun 1997 diduga disalin dari sumber lain.
Pada 2018, muncul tuduhan baru: disertasi itu disebut-sebut ditulis oleh Vladimir Litvinenko, rektor Universitas Pertambangan Saint Petersburg sekaligus penasihat akademiknya. Putri Litvinenko mengeklaim ayahnya menyusun disertasi itu menggunakan teknik "cut and paste" manual—memotong paragraf dari berbagai dokumen, menempelkan, lalu menyalinnya menjadi halaman baru.
Dia akhirnya mundur dari jabatan menteri, tetapi kemudian mendapatkan posisi kehormatan di lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC.
2. Victor Ponta (Rumania)
Mantan Perdana Menteri (PM) Rumania Victor Ponta tersandung kasus plagiarisme ketika masih aktif menjabat. Dia awalnya membantah semua tuduhan plagiarisme ketika kasusnya mengemuka pada 2012.
Dia saat itu berdalih hanya menempatkan kutipan di bagian bibliografi, bukan di catatan kaki tiap halaman karya tulisnya.
Namun setelah serangkaian skandal dan kasus hukum memaksanya mundur pada 2015, Ponta mengakui telah menjiplak lebih dari setengah disertasinya tahun 2004 tentang Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Dia kemudian menulis kepada Rektor Universitas Bucharest untuk mencabut gelarnya.
3. Vladimir Putin (Rusia)
Berbeda dengan Guttenberg dan Ponta, Presiden Rusia Vladimir Putin bersikap lebih keras kepala. Tuduhan pertama muncul pada 2006 ketika lembaga Brookings Institution menemukan 16 halaman dari disertasi doktor Putin tahun 1997 diduga disalin dari sumber lain.
Pada 2018, muncul tuduhan baru: disertasi itu disebut-sebut ditulis oleh Vladimir Litvinenko, rektor Universitas Pertambangan Saint Petersburg sekaligus penasihat akademiknya. Putri Litvinenko mengeklaim ayahnya menyusun disertasi itu menggunakan teknik "cut and paste" manual—memotong paragraf dari berbagai dokumen, menempelkan, lalu menyalinnya menjadi halaman baru.
Lihat Juga :