Emas Menggerakkan Mesin Perang Putin dan Menjaga Rusia Tetap Bertahan

Senin, 01 Desember 2025 - 14:26 WIB
loading...
A A A
Bank sentral Rusia juga mengumumkan pekan lalu bahwa untuk pertama kalinya mereka mulai menjual emas fisik dari cadangannya sebagai bagian dari operasi Kementerian Keuangan untuk mendanai anggaran negara.

Emas Berfungsi sebagai Uang Tunai


Sanksi telah membuat logam mulia ini menarik bagi warga Rusia biasa, yang telah membeli emas dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi kekayaan mereka.

Alexei Moiseyev, Wakil Menteri Keuangan Rusia, mengatakan pada bulan September bahwa emas telah "mulai menjalankan fungsi yang sama seperti uang tunai dulu, termasuk pencucian uang dan, sayangnya, perdagangan narkoba".

Para pakar mengeklaim bahwa sulit untuk menentukan berapa banyak emas yang dikirim dari Afrika ke Rusia.

Vladislav Netyaev, kepala departemen uang kotor di lembaga antikorupsi Transparency International Rusia, memperkirakan setidaknya emas senilai USD2,5 miliar telah diekspor dari Afrika ke Rusia sejak awal 2022.

Emas bukanlah satu-satunya prioritas Rusia di Afrika karena Moskow sedang merayu negara-negara lain untuk mendapatkan sumber daya lain, seperti aluminium, dan berusaha mendapatkan dukungan politik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, dia mengatakan bahwa seiring berlanjutnya perang di Ukraina, logam mulia tersebut kemungkinan telah menjadi cara yang semakin penting, di samping mata uang kripto, untuk melakukan pembayaran dan membiayai mesin perang tersebut dalam menghadapi sanksi.

Dia juga mengatakan bahwa catatan transaksi emas di Rusia menyatakan bahwa hampir tidak ada emas yang masuk ke negara itu berasal dari negara-negara Afrika.

Namun, sejumlah besar tercatat berasal dari UEA.

Netyaev mengatakan: “Kami memahami dengan jelas bahwa emas ini adalah emas yang ditambang di beberapa negara Afrika, kemudian dikirim ke UEA dan dicampur dengan emas yang diperoleh secara legal. Setelah itu, emas tersebut dikirim ke Rusia atau negara lain mana pun.”

UEA adalah pusat emas terbesar kedua di dunia. Negara ini menyatakan memiliki “kerangka regulasi yang kuat untuk memaksimalkan keamanan, integritas, dan transparansi setiap transaksi emas”.

UEA juga menyatakan bahwa perlindungan dan regulasinya sejalan dengan standar internasional dan “konsisten dengan pusat perdagangan emas terkemuka di dunia”.

Marc Ummel, dari Swissaid, sebuah badan amal yang mengkampanyekan transparansi dalam perdagangan mineral di negara-negara miskin, mengatakan: “Telah didokumentasikan bahwa emas di bawah kendali Rusia di beberapa negara Afrika berakhir di Rusia melalui rute tidak langsung."

“Sebagian besar emas ini tampaknya telah transit melalui UEA, tetapi negara lain mungkin juga terlibat dalam rantai pasokan ini, misalnya Hong Kong," ujarnya.

Dia mengatakan sebagian besar emas yang ditambang di bawah kendali Rusia di Afrika mungkin tidak akan pernah sampai ke Rusia, tetapi mungkin akan diarahkan atau diperdagangkan ke tempat lain.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved