Tuntut Presiden Marcos Mundur, Puluhan Ribu Gen Z Turun ke Jalanan Filipina

Minggu, 30 November 2025 - 15:19 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial

Sementara itu, kelompok oposisi arus utama, yang didukung oleh Gereja Katolik, menyelenggarakan “Pawai Triliun Peso” terpisah di sepanjang Jalan EDSA yang bersejarah. Kelompok tersebut mengatakan mereka hanya mendesak Duterte untuk mengundurkan diri sambil menunggu bukti konkret terkait aktivitas kriminal Marcos.

Kepolisian mengatakan telah mengerahkan lebih dari 12.000 petugas ke Manila untuk protes tersebut, dan memblokade semua jalan menuju Istana Kepresidenan Malacanang dengan kawat berduri dan mobil kontainer, menghentikan para pengunjuk rasa KBKK yang berjarak sekitar satu blok dari gerbangnya.

Para pengunjuk rasa merobohkan patung di depan barikade, mengutuk pemerintahan Marcos dan meneriakkan "Penjarakan semua koruptor!"

Awal bulan ini, Co, mantan anggota parlemen, mengklaim bahwa Marcos menerima lebih dari 50 miliar peso (USD852 juta) suap dari proyek infrastruktur sejak 2022, dan memerintahkan penyisipan 100 miliar peso (USD1,7 miliar) untuk apa yang disebut "proyek hantu" dalam anggaran 2025.

Co juga mengklaim bahwa pada 2024 ia secara pribadi mengirimkan koper berisi uang tunai satu miliar peso (US$17 juta) ke kediaman Marcos.

Co sendiri dituduh mengantongi miliaran dari proyek yang sama dan telah menjadi buronan sejak Juli, dengan Jepang sebagai lokasi terakhirnya yang diketahui.

"Siapa pun bisa mengakses internet dan membuat berbagai macam klaim," kata Marcos menanggapi. "Agar itu berarti, dia harus pulang," tambah presiden.

Terlepas dari tuduhan Co, Raymond Palatino dari Bagong Alyansang Makabayan (Aliansi Patriotik Baru) atau Bayan, salah satu kelompok di KBKK, mengatakan presiden memikul tanggung jawab yang tak terbantahkan atas kecurangan belanja publik.

"Dia berpura-pura terkejut dengan tingkat korupsi, tetapi dialah yang menyusun, menandatangani, dan melaksanakan anggaran tersebut, anggaran yang sarat dengan proyek-proyek pork barrel dan penyisipan yang anomali," ujar Palatino kepada Al Jazeera.

Palatino menyebut kehadiran polisi yang besar sebagai "berlebihan" dan "pemborosan sumber daya publik". Ia mengatakan baik Marcos maupun Duterte harus mundur "agar bangsa ini dapat mulai pulih dan membangun kembali".

Setelah pemecatan mereka, Palatino mendesak pembentukan dewan transisi yang dipimpin warga sipil, sebuah entitas sementara untuk membimbing negara menuju pembaruan politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved