Pakar Militer: Armada Kapal Perang China Sedang Mendekat untuk Intimidasi Australia

Jum'at, 28 November 2025 - 10:08 WIB
loading...
Pakar Militer: Armada...
Armada kapal perang China dilaporkan sedang menuju lepas pantai Australia, yang menurut pakar, untuk mengintimidasi Australia. Foto/ADF
A A A
CANBERRA - Seorang pakar militer Canberra megatakan armada kapal perang China sedang menuju pantai Australia untuk semakin mengintimidasi negara tersebut. Awal tahun ini, armadaitu menggelar latihan tembak langsung di lepas pantai New Sout Wales (NSW).

Pasukan Pertahanan Australia (ADF) sedang melacak armada kapal Beijing yang berpotensi mencapai Australia sebelum akhir tahun ini, kata sumber anonim kepada The Australian Financial Review pada hari Kamis.

Michael Shoebridge, pakar militer yang juga Direktur Strategic Analysis Australia, meyakini laporan tersebut pelacakan oleh ADF tersebut kredibel. "Sepertinya kapal-kapal Angkatan Laut China sedang dalam perjalanan ke halaman belakang kita lagi," katanya.

Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur China Tembakkan Suar ke Dekat Pesawat Mata-mata Australia

"Ini akan menunjukkan meningkatnya keinginan China untuk mengintimidasi kita di dekat kita, dan menunjukkan kegagalan organisasi pertahanan kita untuk melengkapi Angkatan Laut kita dengan kapal yang cukup atau bertindak dengan urgensi apa pun," ujarnya kepada news.com.au, Jumat (28/11/2025).

ADF tidak menanggapi laporan tersebut secara spesifik, hanya mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Australia mempertahankan kewaspadaan situasional yang tinggi di wilayah langsung kami dan secara rutin memantau semua lalu lintas laut dan udara di sekitar Australia."

Laporan tentang pergerakan armada kapal perang China ini muncul setelah tiga kapal perang negara itu melakukan latihan tembak langsung 640 kilometer di lepas pantai selatan NSW pada bulan Februari lalu, yang mengganggu puluhan penerbangan komersial antara Australia dan Selandia Baru.

Para pejabat Australia mengatakan Beijing tidak memberikan pemberitahuan yang memuaskan, dan pesawat-pesawat komersial tidak mengetahui latihan tersebut sampai siaran dari kapal-kapal itu memberi tahu mereka.

"Kami tidak diberitahu oleh China, kami mengetahui masalah ini pada siang hari," kata Menteri Pertahanan Australia Richard Marles saat itu.

"Yang dilakukan China adalah mengeluarkan pemberitahuan bahwa mereka berniat untuk terlibat dalam penembakan langsung, dan yang saya maksud adalah siaran yang ditangkap oleh maskapai penerbangan, khususnya pesawat komersial yang terbang melintasi Selat Tasman," ujarnya.

Kementerian Pertahanan China mengeklaim telah mengeluarkan pemberitahuan keselamatan berulang kali sebelumnya dan menyebut keluhan Australia sebagai "tidak masuk akal" dan "dibesar-besarkan".

Angkatan Laut Australia dan Selandia Baru kemudian bekerja sama untuk melacak kapal-kapal perang China saat mereka terus bergerak menyusuri pantai Australia—wilayah paling selatan yang pernah dijelajahi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved