Raja Game China Tuntut Mantan Pasangan Rp704 Miliar, tapi Dituduh Balik Miliki 300 Anak

Jum'at, 28 November 2025 - 08:16 WIB
loading...
Raja Game China Tuntut...
Xu Bo, miliarder yang dikenal sebagai raja game China, menuntut mantan pasangannya senilai lebih dari Rp704 miliar yang dia transfer selama hidup bersama. Foto/Poprant
A A A
BEIJING - Xu Bo, miliarder pendiri perusahaan game Duoyi Network, terlibat perseteruan hukum tingkat tinggi di China dengan mantan pasangannya; Tang Jing. Raja game China tersebut menuntut sang mantan sebesar 300 juta yuan atau lebih dari Rp704 miliar.

Sebaliknya, wanita itu membalas dengan menuduhnya telah menjadi ayah lebih dari 300 anak.

Mengutip laporan dari South China Morning Post (SCMP), Jumat (28/11/2025), Xu mengatakan tuntutannya bermula dari "perjanjian hubungan" dari masa-masa mereka bersama.

Baca Juga: Gelar 'Wanita Terkuat Dunia' Orang Ini Dicabut karena Terbukti Terlahir Laki-laki

Mereka dilaporkan bertemu di situs web perjodohan pada tahun 2009 dan hidup bersama selama 14 tahun, meskipun mereka tidak pernah menikah secara resmi.

Kasus ini telah memicu kembali kekhawatiran sosial yang lebih luas tentang poligami, eksploitasi hubungan, dan "misogini" di kalangan elite. Para pakar hukum yang mempelajari masalah ini mengatakan perselisihan tersebut dapat menjadi preseden tentang bagaimana hubungan informal dan klaim orang tua ditangani berdasarkan hukum China.

Menurut laporan SCMP, mereka mempermasalahkan 300 juta yuan yang diklaim Xu masih menjadi utang Tang kepadanya.

Xu menuduh bahwa antara tahun 2012 hingga 2018, dia mentransfer 819 juta yuan kepada Tang.

Tang mengembalikan 515 juta yuan, tetapi Xu mengajukan gugatan pada tahun 2024 untuk sisa jumlah tersebut.

Sebagai tanggapan, Tang mengatakan uang tersebut membiayai "keluarga besar" yang terdiri dari 300 anak yang mereka rencanakan bersama.

Tang mengeklaim sebagian besar dana digunakan untuk membesarkan mereka dan mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut tidak memiliki registrasi rumah tangga resmi, yang memicu debat publik dan pengawasan hukum.

Tang menanggapi skeptisisme daring dengan mengonfirmasi klaimnya tentang "300 anak", dengan mengatakan bahwa jumlah tersebut mungkin bahkan tidak dilaporkan.

Dia mengungkapkan bahwa pengadilan telah memutuskan mendukungnya, menolak tuntutan Xu sebesar 300 juta yuan.

Tang saat ini membesarkan 11 anak dari Xu dan sedang memperjuangkan hak asuh kedua putri mereka.

Duoyi Network—yang memproduksi game populer Fantasy Westward Journey—yang didirikan oleh Xu, menjauhkan diri dari kontroversi tersebut, tapi menuduh Tang menyebarkan informasi palsu.

Xu, yang dikenal karena mempromosikan pandangan misoginis dan poligami, pernah secara terbuka mencari banyak pasangan untuk menjadi ayah dari "setidaknya 50 putra" dan mengeklaim bahwa dia memiliki 12 anak dengan wanita yang berbeda.

Dia mengaku sebagai "satu dari sejuta pria elite" yang bertujuan untuk membesarkan 50 putra elite, dengan setidaknya 10 di antaranya mencapai kesuksesan puncak.

Sebagai seorang majikan, dia menuntut "angpao ucapan terima kasih", mendorong pemotongan gaji, dan menagih karyawan yang keluar untuk makan di kafetaria. Tindakannya memicu kemarahan daring, dengan netizen menuduhnya memperlakukan anak-anak seperti eksperimen.

Dalam kasus lain yang mendapat banyak perhatian, taipan Zhao Bingxian, yang dikenal sebagai “Warren Buffett-nya China,” diperintahkan oleh pengadilan untuk memberikan aset senilai 536 juta yuan kepada mantan istrinya; Lu Juan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Jadi Candu, China Batasi...
Jadi Candu, China Batasi Anak Bermain Game Hanya 1 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved