Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania sebagai Kelompok Teroris

Selasa, 25 November 2025 - 10:59 WIB
loading...
Trump Tetapkan Ikhwanul...
Presiden AS Donald Trump teken perintah eksekutif untuk memulai proses penetapan cabang Ikhwanul Muslimin di Mesir, Lebanon, dan Yordania sebagai organisasi teroris asing. Foto/Tasnim News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk memulai proses penetapan cabang-cabang tertentu dari Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing. Perintah tersebut secara spesifik menyebutkan cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di Lebanon, Mesir, dan Yordania.

"Cabang-cabang tersebut terlibat dalam atau memfasilitasi dan mendukung kekerasan dan kampanye destabilisasi yang merugikan wilayah mereka sendiri, warga negara Amerika Serikat, dan kepentingan Amerika Serikat," bunyi perintah eksekutif Trump, yang dikutip AFP, Selasa (25/11/2025).

Ikhwanul Muslimin adalah organisasi pan-Islamis yang didirikan di Mesir pada tahun 1928 dan menyebar ke negara-negara lain di dunia Arab.

Baca Juga: AS Akan Tetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai Organiasi Teroris

Pendirinya, seorang guru sekolah asal Mesir bernama Hassan al-Banna, percaya bahwa menghidupkan kembali prinsip-prinsip Islam dalam masyarakat dapat memungkinkan dunia Muslim untuk melawan kolonialisme Barat.

Penetapan Ikhawanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing memungkinkan Washington untuk mengambil tindakan hukuman seperti membekukan aset apa pun yang mungkin dimiliki kelompok itu di Amerika Serikat dan menolak masuknya anggota kelompok tersebut.

Sekarang, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent bertanggung jawab untuk menyelesaikan proses pelarangan cabang-cabang Ikhawanul Muslimin yang disebutkan dalam perintah eksekutif Trump.

Ikhwanul Muslimin telah dilarang sebagai kelompok teroris di beberapa negara seperti Mesir dan Arab Saudi. Pada April lalu, Yordania juga melarang keberadaan kelompok tersebut.

Yordania menuduh Ikhwanul Muslimin memproduksi dan menimbun senjata serta berencana untuk mengganggu stabilitas kerajaan.

Ikhwanul Muslimin sangat populer di Yordania dan terus beroperasi di sana meskipun pengadilan tinggi negara itu pada tahun 2020 memutuskan untuk membubarkannya. Pihak berwenang telah menutup mata terhadap aktivitasnya di masa lalu.

Di Mesir, Ikhwanul Muslimin telah dilarang sejak 2013, setelah penggulingan pemimpin sekaligus presidennya saat itu, Mohamed Morsi, yang digulingkan dalam kudeta militer yang dipimpin oleh panglima militer saat itu, Abdel Fattah al-Sisi.

Sisi telah memimpin Mesir sejak saat itu, dan dalam prosesnya menjalin aliansi kunci dengan Washington.

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, memuji langkah Trump dalam sebuah unggahan di X pada hari Senin.

“Ini adalah keputusan penting, tidak hanya bagi Negara Israel, tetapi juga bagi negara-negara Arab tetangga yang telah menderita akibat terorisme Ikhwanul Muslimin selama beberapa dekade,” ujarnya.

Pada Mei lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan pemerintahannya untuk menyusun proposal guna melawan pengaruh Ikhwanul Muslimin dan penyebarannya di negara Eropa tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
IIO 2026 Resmi Dimulai,...
IIO 2026 Resmi Dimulai, Hary Tanoesoedibjo: Ini Komitmen POBSI Memajukan Biliar Indonesia
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved