Kasus Covid-19 Meningkat, Israel Terapkan Lockdown
Selasa, 15 September 2020 - 12:15 WIB
loading...
Ilustrasi, negara Eropa saat penerapan lockdown. Foto/Reuters
A
A
A
JERUSALEM - Demi mengantisipasi skenario terburuk akibat gelombang kedua virus corona (Covid-19) , berbagai negara di dunia kembali memberlakukan lockdown dan memperketat protokol kesehatan, baik dalam skala daerah maupun nasional. Tarik ulur ini membuktikan implementasi upaya penanggulangan Covid-19 tidak maksimal dan efektif.
Israel yang mendeklarasikan diri terbebas dari Covid-19 juga kembali memberlakukan lockdown selama tiga pekan ke depan, setelah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Seluruh aktivitas masyarakat, mulai ritual keagamaan hingga bisnis di tempat umum akan diawasi dan dibatasi secara ketat. (Baca: Berikut Sebaran Penambahan Kasus Corona di 34 Provinsi)
Pemberlakuan lockdown tersebut jatuh pada musim libur umat Yahudi. Sesuai protokol yang dikeluarkan pemerintah lokal, warga Israel diimbau tetap berada di rumah dan tidak boleh ke luar rumah lebih dari 500 meter, kecuali ke tempat kerja. Sekolah dan pusat perbelanjaan juga ditutup. Adapun apotek dan ritel diwajibkan buka.
Sektor publik, kantor nonpemerintah, dan perusahaan yang tidak mendasarkan layanan kepada konsumen juga diperbolehkan beroperasi. Namun, jumlah karyawan yang dapat bekerja di satu ruangan dibatasi. Kegiatan rapat atau perkumpulan indoor lainnya juga tidak boleh lebih dari 10 orang, sedangkan outdoor 20 orang.
“Saya tahu peraturan ini akan memberatkan kami semua dan harus dibayar mahal,” ujar Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dikutip Reuters. “Ini bukanlah liburan yang biasa kami lalui. Dan kami sudah pasti tidak akan dapat merayakannya bersama keluarga,” sambungnya. Netanyahu juga berjanji menyiapkan paket bantuan.
Israel yang mendeklarasikan diri terbebas dari Covid-19 juga kembali memberlakukan lockdown selama tiga pekan ke depan, setelah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Seluruh aktivitas masyarakat, mulai ritual keagamaan hingga bisnis di tempat umum akan diawasi dan dibatasi secara ketat. (Baca: Berikut Sebaran Penambahan Kasus Corona di 34 Provinsi)
Pemberlakuan lockdown tersebut jatuh pada musim libur umat Yahudi. Sesuai protokol yang dikeluarkan pemerintah lokal, warga Israel diimbau tetap berada di rumah dan tidak boleh ke luar rumah lebih dari 500 meter, kecuali ke tempat kerja. Sekolah dan pusat perbelanjaan juga ditutup. Adapun apotek dan ritel diwajibkan buka.
Sektor publik, kantor nonpemerintah, dan perusahaan yang tidak mendasarkan layanan kepada konsumen juga diperbolehkan beroperasi. Namun, jumlah karyawan yang dapat bekerja di satu ruangan dibatasi. Kegiatan rapat atau perkumpulan indoor lainnya juga tidak boleh lebih dari 10 orang, sedangkan outdoor 20 orang.
“Saya tahu peraturan ini akan memberatkan kami semua dan harus dibayar mahal,” ujar Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dikutip Reuters. “Ini bukanlah liburan yang biasa kami lalui. Dan kami sudah pasti tidak akan dapat merayakannya bersama keluarga,” sambungnya. Netanyahu juga berjanji menyiapkan paket bantuan.
Lihat Juga :