Robot Jadi Penyelamat Tentara Ukraina di Zona Pembantaian Rusia

Senin, 24 November 2025 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Satu unit Brigade ke-5 dapat menjalankan beberapa misi logistik dengan UGV dalam satu hari.

Setiap tugas dimulai di sebuah garasi tua yang kumuh, dan misi yang saya amati adalah mengirimkan air, amunisi, dan bahan bakar kepada pilot drone.

Perbekalan dimuat dengan drone darat bernama Termit, yang mampu membawa sekitar 200 kg. Operator mengendalikannya dengan kendali jarak jauh dan memasukkannya ke dalam bak van yang membawanya lebih dekat ke garis depan untuk menghemat baterai.

Saat hari mulai gelap, dua tentara melompat keluar dari van dan meluncurkan UGV.

Salah satu dari mereka memberi tahu ruang kendali melalui radio bahwa drone darat telah diturunkan muatannya.

Dalam hitungan detik, operator yang berjarak beberapa kilometer memastikan bahwa ia terhubung ke mesin tersebut dan Termit pun berangkat ke tujuannya.

Melansir BBC, mesin seperti Termit telah digunakan oleh beberapa brigade Ukraina sejak tahun lalu, tetapi semakin populer dalam beberapa bulan terakhir.

Di sebuah lokakarya untuk brigade ke-79, para insinyur yang sebelumnya hanya membuat drone udara kendali jarak jauh kini ditugaskan untuk meningkatkan kendaraan darat nirawak agar dapat digunakan di zona tempur.

Mereka menerapkan kamuflase, mengelas platform baru, dan menambahkan perangkat keras untuk komunikasi ekstra. Namun, bahkan dengan peningkatan ini, UGV masih rentan terhadap serangan drone.

"Sebaik apa pun ia disembunyikan, koneksi apa pun yang Anda gunakan, dan seberapa cepat ia bergerak", mesin itu tetap dapat dideteksi dan dihancurkan, kata seorang operator UGV dengan tanda panggilan "Pengacara".

Dalam salah satu misi untuk mengevakuasi seorang prajurit yang terluka dari Pokrovsk, kendaraan nirawaknya menabrak ranjau darat yang merusak jalurnya.

Drone darat lain dikirim dalam misi penyelamatan dari unit yang berbeda, tetapi juga hancur. Pengacara masih belum tahu apakah prajurit yang terluka itu berhasil keluar hidup-hidup.

Rata-rata, hanya satu dari tiga UGV yang berhasil mencapai kota, kata Ihor, dari departemen sistem tanpa awak Korps ke-7.

Meskipun sebagian besar robot kecil tidak akan berhasil, pasukan di garis depan bergantung pada robot-robot yang berhasil.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved