China Ekspor Model Pemerintahan ke Negara Lain, Untuk Apa?

Senin, 24 November 2025 - 09:25 WIB
loading...
A A A

Reformasi Domestik untuk Ekspor Tata Kelola


Perkembangan paling krusial mungkin adalah reformasi berorientasi global dalam sistem pelatihan kader domestik CCP. Rencana Pendidikan dan Pelatihan Kader Nasional 2023–2027 secara eksplisit mewajibkan pelatihan internasional.

Aturannya mengharuskan sekolah partai dan akademi kader mengembangkan materi berbahasa asing, mengirim instruktur ke luar negeri, dan menyelenggarakan kelas internasional bersamaan dengan kelas domestik. Kader asing kini menerima versi materi yang sama dengan yang diajarkan kepada pejabat China, dengan lebih dari setengah modul berfokus pada Pemikiran Xi Jinping, disiplin organisasi, dan tata kelola partai-negara.

Langkah ini menciptakan kerangka pedagogis standar untuk mengekspor tata kelola CCP, sekaligus memastikan konsistensi ideologis di seluruh jalur pelatihan. Secara keseluruhan, ekosistem ini mengubah pertukaran episodik menjadi ekspor model pemerintahan yang berkelanjutan.

Ekosistem tersebut menyebarkan pemahaman CCP tentang disiplin organisasi, pembangunan yang dipimpin partai, dan integrasi negara-partai ke dalam imajinasi institusional partai-partai berkuasa di Global South.

“Apakah model tersebut diadopsi secara penuh atau tidak, arsitektur ini menyediakan template tata kelola, kosakata ideologis, dan rutinitas institusional yang dapat dipilih dan disesuaikan oleh elite asing,” ungkap Mehta.

“Dalam pengertian ini, diplomasi pelatihan tata kelola China bukan sekadar program soft power.”

“Ini adalah proyeksi struktural keahlian politik, menandai munculnya CCP tidak hanya sebagai partai berkuasa di dalam negeri, tetapi juga sebagai aktor tata kelola internasional yang mampu membentuk bagaimana organisasi politik lain mendefinisikan kompetensi, legitimasi, dan modernisasi,” pungkas Mehta.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved