Sinyal Perang Dunia III Menguat, Jerman Berambisi Memiliki Militer Terkuat di Eropa

Minggu, 23 November 2025 - 16:06 WIB
loading...
A A A
Proposal tersebut akhirnya dibatalkan oleh Menteri Pertahanan Boris Pistorius, yang justru mengatakan bahwa pendaftaran militer harus berpusat pada insentif seperti gaji yang lebih baik dan kompensasi finansial lainnya.

Jerman sebelumnya memiliki wajib militer bagi pria berusia 18-23 tahun, tetapi hal ini ditangguhkan pada tahun 2011 dan digantikan oleh tentara sukarela.

Kesepakatan tersebut masih perlu disetujui di Parlemen Jerman, atau Bundestag, dengan para anggota parlemen diperkirakan akan memberikan suara pada akhir tahun. Jika itu terjadi, kesepakatan tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2026.

Pistorius, dari SPD, menyambut baik langkah tersebut sembari berusaha meyakinkan mereka yang terdampak. "Tidak ada alasan untuk khawatir, tidak ada alasan untuk takut," ujarnya setelah kesepakatan diumumkan pekan lalu.

"Karena pelajarannya cukup jelas: Semakin mampu angkatan bersenjata kita dalam hal pencegahan dan pertahanan, melalui persenjataan, pelatihan, dan personel, semakin kecil kemungkinan kita terlibat dalam konflik."

3. Jadi Percontohan Eropa

Pistorius menyarankan sistem militer baru Berlin dapat menjadi contoh bagi sekutu Eropa lainnya. "Semua orang memperhatikan apa yang kita lakukan," ujarnya.

“Saya berhubungan erat dengan (Perdana Menteri Prancis) Sebastian Lecornu dan penggantinya, dan, tentu saja, dengan Inggris dan negara-negara lain. … Dan model wajib militer baru kami cukup modern. Sangat modern. Dan mungkin bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain juga? Saya tidak tahu, tapi mungkin saja.”

Namun, perubahan tersebut tetap kontroversial, dengan banyak orang, terutama di kalangan politik kiri Jerman, tidak setuju dengan penerapan kembali wajib militer. Sebuah jajak pendapat Forsa yang diterbitkan oleh surat kabar Die Welt pada bulan Oktober – sebelum reformasi diumumkan – menunjukkan bahwa 80% pemilih dari partai sayap kiri Jerman, Die Linke, menentang gagasan tersebut.

Namun, Ålander yakin bahwa mencapai kuota tanpa wajib militer bukanlah hal yang mustahil, mengingat besarnya populasi Jerman.

“Jika pemerintah dan angkatan bersenjata berhasil meningkatkan persepsi angkatan bersenjata secara signifikan dan memotivasi kaum muda untuk mulai mempertimbangkan wajib militer sebagai pilihan ‘normal’, tujuan tersebut dapat dicapai hanya dengan partisipasi sukarela,” ujarnya kepada CNN.

Namun, ia menambahkan, “Kekhawatiran saya adalah jika wajib militer diberlakukan kepada populasi yang skeptis, hal itu dapat mendorong lebih banyak kaum muda ke ekstrem kanan dan ekstrem kiri.”

Keengganan kaum muda di Jerman untuk menjalani wajib militer sudah jelas. Berbicara kepada CNN, seorang remaja berusia 17 tahun menyadari pentingnya Jerman untuk dapat membela diri sekaligus mengungkapkan keraguannya tentang keinginan untuk berperang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved