Kebakaran Lahap Paviliun Perundingan Iklim PBB di Brasil, Para Delegasi Panik Berlarian
Jum'at, 21 November 2025 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Para delegasi mengatakan alarm kebakaran maupun sprinkler tidak berbunyi, meskipun para relawan Brasil menangani evakuasi dengan lancar.
“Ini adalah rangkaian peristiwa aneh,” kata seorang delegasi Afrika, mengenang sebuah kejadian minggu lalu ketika para pengunjuk rasa pribumi memaksa masuk.
Joao Paulo Capobianco, sekretaris eksekutif Kementerian Lingkungan Hidup Brasil, mengatakan kepada saluran televisi GNews bahwa tampaknya “tidak ada konsekuensi serius” dari kebakaran tersebut dan sistem kelistrikan telah kembali beroperasi.
“Tidak ada ruang negosiasi yang terdampak. Tidak ada area yang digunakan delegasi yang terdampak,” ujarnya.
Hampir 200 negara telah menghabiskan dua minggu terakhir untuk membahas berbagai isu di COP30—mulai dari “peta jalan” untuk transisi dari bahan bakar fosil yang diusulkan oleh tuan rumah Brasil, hingga kekhawatiran atas rencana pengurangan emisi yang lemah, pendanaan untuk negara-negara berkembang, dan hambatan perdagangan.
Sebelumnya pada hari itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak para negosiator untuk mencapai “kompromi yang ambisius.”
“Dunia sedang memperhatikan Belem,” ujarnya kepada para wartawan dalam konferensi pers pagi, sementara negara-negara menunggu draf teks negosiasi baru sebelum KTT resmi ditutup pada Jumat malam.
“Ini adalah rangkaian peristiwa aneh,” kata seorang delegasi Afrika, mengenang sebuah kejadian minggu lalu ketika para pengunjuk rasa pribumi memaksa masuk.
Dunia Sedang Memperhatikan Belem
Joao Paulo Capobianco, sekretaris eksekutif Kementerian Lingkungan Hidup Brasil, mengatakan kepada saluran televisi GNews bahwa tampaknya “tidak ada konsekuensi serius” dari kebakaran tersebut dan sistem kelistrikan telah kembali beroperasi.
“Tidak ada ruang negosiasi yang terdampak. Tidak ada area yang digunakan delegasi yang terdampak,” ujarnya.
Hampir 200 negara telah menghabiskan dua minggu terakhir untuk membahas berbagai isu di COP30—mulai dari “peta jalan” untuk transisi dari bahan bakar fosil yang diusulkan oleh tuan rumah Brasil, hingga kekhawatiran atas rencana pengurangan emisi yang lemah, pendanaan untuk negara-negara berkembang, dan hambatan perdagangan.
Sebelumnya pada hari itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak para negosiator untuk mencapai “kompromi yang ambisius.”
“Dunia sedang memperhatikan Belem,” ujarnya kepada para wartawan dalam konferensi pers pagi, sementara negara-negara menunggu draf teks negosiasi baru sebelum KTT resmi ditutup pada Jumat malam.
(mas)
Lihat Juga :