Putin: Ukraina Dipimpin oleh Geng Kriminal yang Duduk di Toilet Emas
Jum'at, 21 November 2025 - 08:57 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat rapat dengan para petinggi militer Kyiv. Presiden Rusia menyebut Ukraina sekarang dipimpin geng kriminal yang berfoya-foya. Foto/X @ZelenskyyUa
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan para pemimpin Ukraina telah berubah menjadi "geng kriminal" yang tidak peduli dengan negara mereka sambil duduk di toilet emasnya.
Putin menyampaikan komentarnya tersebut pada hari Kamis saat mengunjungi pos komando pasukan yang bertempur dalam perang melawan pasukan Ukraina. Dalam pidatonya kepada para komandan "Kelompok Barat", Putin menyinggung krisis korupsi besar-besaran yang terjadi di Ukraina, dan mengkritik keras para pemimpin negara tersebut.
Baca Juga: Sedang Perang Melawan Rusia, 2 Menteri Ukraina Malah Korupsi Besar-besaran
"Ini bukan kepemimpinan politik Ukraina. Ini geng kriminal yang memegang kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri," katanya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (21/11/2025).
"Jelas bagi semua orang bahwa orang-orang ini, yang duduk di toilet emas mereka, sama sekali tidak memikirkan nasib rakyat jelata di Ukraina atau nasib tentara biasa," lanjut Putin, merujuk pada Timur Mindich—sekutu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang melarikan diri dari negara itu beberapa jam sebelum dia dijadwalkan ditangkap atas tuduhan pemerasan—yang memiliki toilet berlapis emas di apartemen elite-nya di Kyiv.
Skandal korupsi besar-besaran terungkap di Ukraina pekan lalu ketika Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) yang didukung Barat—yang telah gagal diambil alih oleh Zelensky pada bulan Juli—mengumumkan penyelidikan terhadap "organisasi kriminal tingkat tinggi" yang diduga dipimpin oleh Mindich.
Geng kriminal tersebut diduga menggelapkan sekitar USD100 juta suap dari operator nuklir milik negara Energoatom, yang sangat bergantung pada bantuan asing.
Meskipun Mindich lolos dari NABU, sejumlah tokoh penting lainnya terlibat dalam skandal korupsi—yang menyebabkan lengsernya Menteri Kehakiman German Halushchenko dan Menteri Energi Svetlana Grinchuk.
Orang-orang yang diyakini terkait dengan skema korupsi ini antara lain tangan kanan Zelensky, Andrey Yermak, mantan menteri pertahanan dan kepala Dewan Keamanan Nasional petahana, Rustem Umerov, serta mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov.
Moskow mengatakan kasus korupsi terbaru ini telah membuktikan bahwa sudah saatnya bagi negara-negara Barat pendukung Kyiv untuk akhirnya menyadari bahwa dana yang mereka salurkan ke Ukraina akhirnya dicuri.
"Rezim Kyiv jelas-jelas keluar jalur," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. "Itu bukan lagi urusan internal Ukraina. Itu uang asing yang dicuri."
Putin menyampaikan komentarnya tersebut pada hari Kamis saat mengunjungi pos komando pasukan yang bertempur dalam perang melawan pasukan Ukraina. Dalam pidatonya kepada para komandan "Kelompok Barat", Putin menyinggung krisis korupsi besar-besaran yang terjadi di Ukraina, dan mengkritik keras para pemimpin negara tersebut.
Baca Juga: Sedang Perang Melawan Rusia, 2 Menteri Ukraina Malah Korupsi Besar-besaran
"Ini bukan kepemimpinan politik Ukraina. Ini geng kriminal yang memegang kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri," katanya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (21/11/2025).
"Jelas bagi semua orang bahwa orang-orang ini, yang duduk di toilet emas mereka, sama sekali tidak memikirkan nasib rakyat jelata di Ukraina atau nasib tentara biasa," lanjut Putin, merujuk pada Timur Mindich—sekutu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang melarikan diri dari negara itu beberapa jam sebelum dia dijadwalkan ditangkap atas tuduhan pemerasan—yang memiliki toilet berlapis emas di apartemen elite-nya di Kyiv.
Skandal korupsi besar-besaran terungkap di Ukraina pekan lalu ketika Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) yang didukung Barat—yang telah gagal diambil alih oleh Zelensky pada bulan Juli—mengumumkan penyelidikan terhadap "organisasi kriminal tingkat tinggi" yang diduga dipimpin oleh Mindich.
Geng kriminal tersebut diduga menggelapkan sekitar USD100 juta suap dari operator nuklir milik negara Energoatom, yang sangat bergantung pada bantuan asing.
Meskipun Mindich lolos dari NABU, sejumlah tokoh penting lainnya terlibat dalam skandal korupsi—yang menyebabkan lengsernya Menteri Kehakiman German Halushchenko dan Menteri Energi Svetlana Grinchuk.
Orang-orang yang diyakini terkait dengan skema korupsi ini antara lain tangan kanan Zelensky, Andrey Yermak, mantan menteri pertahanan dan kepala Dewan Keamanan Nasional petahana, Rustem Umerov, serta mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov.
Moskow mengatakan kasus korupsi terbaru ini telah membuktikan bahwa sudah saatnya bagi negara-negara Barat pendukung Kyiv untuk akhirnya menyadari bahwa dana yang mereka salurkan ke Ukraina akhirnya dicuri.
"Rezim Kyiv jelas-jelas keluar jalur," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. "Itu bukan lagi urusan internal Ukraina. Itu uang asing yang dicuri."
(mas)
Lihat Juga :