Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 Miliar untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo

Kamis, 20 November 2025 - 08:32 WIB
loading...
Bak Berburu Manusia,...
Sebuah laporan mengungkap para turis kaya asal negara-negara Barat membayar Rp1,5 miliar untuk dibolehkan berburu manusia selama perjalanan ke Sarajavo tahun 1990-an. Foto/X @MadameSiimone
A A A
MILAN - Sebuah laporan mengejutkan mengungkap para turis kaya dari negara-negara Barat diduga membayar lebih dari USD90.000 (lebih dari Rp1,5 miliar) kepada tentara Serbia Bosnia untuk leluasa menembaki orang-orang selama perjalanan "safari manusia" ke Sarajevo pada tahun 1990-an.

Laporan tersebut, yang diterbitkan The Guardian, juga menyebutkan para turis tersebut—yang dijuluki "turis sniper" juga memberikan biaya tambahan untuk dibolehkan membunuh anak-anak. Apa yang dilakukan para turis kaya itu seperti berburu manusia.

Laporan itu mengutip penulis yang berbasis di Milan, Ezio Gavazzeni, yang menyatakan turis-turis asal Italia terlibat dalam "perburuan manusia" kala itu.

Baca Juga: Sniper Israel Tembaki Anak-anak Gaza seperti Bermain Game

Jaksa Milan, yang dipimpin oleh Alessandro Gobbi, meluncurkan penyelidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi para warga Italia yang terlibat atas tuduhan pembunuhan sukarela yang diperparah oleh kekejaman dan motif keji.

Gavazzeni telah mengumpulkan bukti atas aduan tersebut. Ada juga laporan yang dikirimkan kepada jaksa oleh mantan wali kota Sarajevo, Benjamina Karić.

Gavazzeni mengatakan dia pertama kali membaca laporan tentang dugaan "turis sniper" di media Italia pada tahun 1990-an, tetapi baru setelah menonton "Sarajevo Safari", sebuah film dokumenter tahun 2022 karya sutradara Slovenia, Miran Zupanič, dia mulai menyelidiki lebih lanjut.

Dalam film dokumenter tersebut, seorang mantan tentara Serbia dan seorang kontraktor mengeklaim bahwa sekelompok orang Barat menembaki penduduk sipil dari perbukitan di sekitar Sarajevo. Klaim tersebut telah dibantah keras oleh para veteran perang Serbia.

“Sarajevo Safari adalah titik awalnya,” kata Gavazzeni. “Saya memulai korespondensi dengan sutradara dan dari sana memperluas penyelidikan saya hingga saya mengumpulkan cukup materi untuk diajukan kepada jaksa Milan.”

Gavazzeni mengeklaim, “Banyak, banyak, banyak orang Italia diduga terlibat", tanpa memberikan angka pasti.

“Ada orang Jerman, Prancis, Inggris...orang-orang dari semua negara Barat yang membayar sejumlah besar uang untuk dibawa ke sana untuk menembak warga sipil," ujarnya.

“Tidak ada motivasi politik atau agama. Mereka adalah orang-orang kaya yang pergi ke sana untuk bersenang-senang dan kepuasan pribadi. Kita berbicara tentang orang-orang yang mencintai senjata api yang mungkin pergi ke lapangan tembak atau bersafari di Afrika," paparnya.

Dia mengeklaim para tersangka Italia bertemu di kota Trieste di utara dan melakukan perjalanan ke Beograd, dari sana tentara Serbia Bosnia akan menemani mereka ke perbukitan Sarajevo.

“Ada lalu lintas turis perang yang pergi ke sana untuk menembak orang,” katanya. “Saya menyebutnya ketidakpedulian terhadap kejahatan.”

Gavazenni mengatakan dia telah mengidentifikasi beberapa orang Italia yang diduga terlibat dan diperkirakan akan diperiksa oleh jaksa penuntut dalam beberapa minggu mendatang.

Kematian akibat tembakan sniper yang paling terkenal mungkin adalah Bošco Brkić dan Admira Ismić, pasangan yang didokumentasikan dalam film "Romeo and Juliet" di Sarajevo, yang dibunuh oleh sniper pada tahun 1993 saat mencoba menyeberangi jembatan. Jasad mereka teronggok di tanah tak bertuan antara posisi Bosnia dan Serbia Bosnia selama beberapa hari. Foto-fotonya dipublikasikan secara luas dan menjadi simbol keacakan dan ketidakmanusiawian perang.

Jalan utama menuju Sarajevo, Meša Selimović Boulevard, dijuluki "Lorong Sniper" karena sangat berbahaya tetapi tidak dapat dihindari karena merupakan jalan menuju bandara Sarajevo. Jendela trem dan bus ditembaki dan di sekelilingnya terdapat tanda peringatan penembak jitu.

Nicola Brigida, seorang pengacara yang membantu Gavazzeni mempersiapkan kasusnya, mengatakan: "Bukti yang dikumpulkan setelah penyelidikan panjang [oleh Gavazzeni] sangat kuat dan dapat mengarah pada penyelidikan serius untuk mengidentifikasi para pelaku. Ada juga laporan dari mantan wali kota Sarajevo."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved