Konflik Diplomatik Makin Panas, Jepang Peringatkan Warganya di China

Rabu, 19 November 2025 - 07:02 WIB
loading...
Konflik Diplomatik Makin...
Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi. Foto/anadolu
A A A
TOKYO - Jepang memperingatkan warganya di China untuk berhati-hati terhadap lingkungan sekitar dan menghindari keramaian. Peringatan itu seiring memanasnya pertikaian diplomatik akibat komentar Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan.

Perselisihan yang semakin memanas ini telah membuat Beijing menyarankan warga China untuk menghindari perjalanan ke Jepang dan berdampak pada saham-saham Tokyo.

Pemutaran setidaknya dua film Jepang juga akan ditunda di China, lapor media pemerintah.

"Perhatikan lingkungan sekitar Anda dan sebisa mungkin hindari alun-alun tempat berkumpulnya banyak orang, atau tempat-tempat yang kemungkinan besar digunakan oleh banyak orang Jepang," ungkap pernyataan Kedutaan Besar Jepang di China dalam situs webnya tertanggal Senin, waktu setempat.

Beijing pada Selasa, waktu setempat, berjanji "melindungi keselamatan" warga negara asing di China, tetapi mengatakan telah kembali mengajukan "protes keras" kepada Tokyo atas komentar Takaichi.

Minoru Kihara, juru bicara pemerintah Jepang, mengatakan, “Saran kedutaan dikeluarkan berdasarkan penilaian komprehensif terhadap situasi politik, termasuk situasi keamanan di negara atau kawasan terkait, serta kondisi sosial."

Perselisihan diplomatik antara China dan Jepang dipicu pernyataan Takaichi bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap Taiwan.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan untuk merebut pulau demokrasi tersebut, bereaksi keras terhadap komentar Takaichi.

Beijing mendesak Takaichi untuk mencabut pernyataan tersebut dan memanggil duta besar Jepang.

Dalam unggahan di X pada 8 November, konsul jenderal China di Osaka, Xue Jian, mengancam akan "memotong leher kotor itu", yang tampaknya merujuk pada perdana menteri Jepang, yang menjabat pada bulan Oktober.

Tokyo mengatakan telah memanggil duta besar China terkait unggahan media sosial yang kini telah dihapus tersebut.

Perundingan Diplomatik Berupaya Meredakan Ketegangan


Dalam upaya meredakan ketegangan, Masaaki Kanai, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Jepang untuk Urusan Asia-Pasifik, mengadakan pembicaraan pada hari Selasa di Beijing dengan mitranya dari China, Liu Jinsong.

"Selama konsultasi, China sekali lagi mengajukan protes keras kepada Jepang atas pernyataan Takaichi yang keliru," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Beijing, Mao Ning.

"Kekeliruan Takaichi secara serius melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," ujar Mao, seraya menambahkan, “Komentarnya secara fundamental merusak fondasi politik hubungan China-Jepang."

Peringatan dari Kedutaan Besar Jepang juga mengimbau warga negara untuk "berhati-hati dengan kata-kata dan sikap Anda saat berinteraksi dengan penduduk setempat."

Baca juga: Trump Sambut Hangat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved